Budidaya porang sebagai upaya perbaikan ekonomi petani maka patut dilakukan Analisa porang berdasarkan Analisa financial. Mari kita awali dengan estimasi keuntungan.
a. Umbi
Dijelaskan Teja, 1 kilogram bibit katak atau bubil berisi 200 butir, satu butir kalau ditanam selama dua musim akan menghasilkan berat kurang lebih 2 kg. Berarti 200 butir bibit x 2 kg = 400 kg umbi. “Jika dijual dengan harga pasar sekitar Rp 8 ribu/kg maka 400 kg x Rp 8.000 = Rp 3.200.000,” beber Teja.
b. Katak/Bubil
Teja menguraikan bahwa 1 kg bibit katak/bubil berisi sekitar 200 butir. Satu butir kalau ditanam selama 2 musim akan menghasilkan minimal 6 butir biji katak/bubil (dengan asumsi pada musim ke-1 menghasilkan 2 biji katak, dan pada musim ke-2 akan menghasilkan 4 biji katak).
“Jadi 200 butir menghasilkan 200 x 6= 1.200 butir katak, jika per-kg isi 200 butir katak maka 1.200/200 = 6 kg. Jika per-kg katak harganya Rp 100.000 maka 6 kg x Rp 100.000 = Rp 600.000,” urai Teja.
Nah, berdasarkan urai diatas maka kalau tanam 1 are butuh bibit 2 kg, berarti potensi hasil: umbi 2 kg x 3.200.000 = 6.400.000, katak 2 kg x 600.000 = 1.200.000. “Maka total hasil 1 are sebesar Rp 7.600.000,” pungkas Teja meyakinkan.
Penulis/Editor: Francelino
