Produksi Durian Nasional Menggeliat, Indonesia Bisa Menjadi Pemain Utama

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Indonesia yang terletak di Katulistiwa dianugerahi plasma nutfah yang melimpah. Salah satunya adalah buah tropis seperti durian yang dikenal dengan julukan Raja Buah. Di kawasan Asia Tenggara, buah yang berasal dari Kalimantan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di antara buah tropis lainnya, harga jual durian pun cukup menjanjikan.

Selain menjadi primadona di pasar niaga, daya tarik durian yang mampu mencuri perhatian adalah kandungan belerang (sulfuric smell) terlebih ketika durian matang dengan aromanya yang khas.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ketika mengunjungi salah satu kebun durian di Kota Bogor meminta produksi durian ditingkatkan.

“Durian adalah buah unggulan Indonesia yang memiliki pangsa pasar lokal dan internasional. Buah ini laku keras karena memiliki penggemar yang sangat luas,” ungkap Mentan Syahrul.

Data Badan Pusat Statistik, produksi durian tahun 2019 mencapai 1,16 juta ton naik 1,6 persen dari tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Yayasan Durian Indonesia (YDI), Iwan Subakti, kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan mutu, sehingga nilai jualnya menurun, khususnya untuk durian lokal yang minim mendapatkan perawatan.

“Perlakuan panen yang tidak baik akan menghasilkan penurunan jumlah dan kualitas durian. Hal ini cenderung mengarah pada durian lokal yang diborongkan, yang akan dipanen serentak baik tua maupun muda dengan sistem ditarik bukan dipetik,” kata Iwan saat dihubungi, Rabu (4/11).

Luka bekas sayatan pada kulit pohon durian karena tarikan itu menurut Iwan biasanya menyebabkan bunga tidak muncul kembali. Dengan demikian lambat laun produksi akan menurun juga.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa secara makro berdasarkan data BPS, pada kurun waktu 4 tahun terakhir, trend produksi buah nasional mengalami peningkatan.

BAGIKAN KE :