Polemik Dana PEN: Tirtawan Kritik Kebijakan Pemkab Buleleng

“Kurang sikap kepedulian terhadap rakyat Buleleng yang membayar pajak, apalagi seperti jembatan yang diterpa banjir sampai kini tidak dibangun untuk memajukan ekonomi pedesaaan jangan melukai rakyat. Kalau desa maju pasti perkotaan akan maju ditunjang dengan invra struktur yang layak. Dilain pihak pasar Banyuasri dengan mengeluarkan banyak anggaran padahal tidak sangat urgen untuk dibuat semegah itu, apalagi itu pasar tradisional di bangun menjadi pasar modern sama dengan menyaingin usaha swasta. Dan RSUD Singaraja yang sudah nyata masih layak akan dibikin megah, mestinya Alkes dulu yang diutamakan sehingga setiap rakyat membutuhkan perawatan dapat terpenuhi dengan maksimal,” beber Tirtawan.

Tirtawan berharap pemerintah Buleleng lebih cenderung membangun pariwsata sehingga Buleleng menjadi contoh daerah lain untuk Study Banding apalagi rencana dibangun Bandara Bali Utara ini memiliki daya tarik tersebdiri bagi wisatawan manca negara.

“Buleleng dari segi pariwisata harus betul dimajukan, sehingga menjadi magnet-nya Bali bagi wisatawan itu sendiri, sehingga betah wisatawan itu tinggal di Buleleng dan itu harus dipikirkan, kalau tidak dibuat yang istimewa mana mungkin akan mau ke Buleleng. Seperti contoh kenapa kita ke Singapura hanya melihat patung, sedangkan pendirian Patung Bung Barno yang notabe-nya tanah kelahiran dari ibu presiden pertama saja belum terwujud sampai sekarang malah mementingkan pasar modern dengan nilai proyek begitu waooo,” sindir Tirtawan.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,S.T, dalam wawancara khusus dengan chanel youtube CATATAN FRANZ dan chanel youtube Sinar Timur TV menyebutkan Pemkab Buleleng mulai tertarik dan akan mengajukan permohonan peminjaman dana tersebut setelah mendapat pertimbangkan melalui sidang DPRD.

Disebutkan, PEN dengan bunga nol persen (0%) masih dalam tahap pengajuan permohonan sehingga tidak perlu diributkan karena belum tentu disetujui usulan tersebut. ”Dana ini bunganya 0 % , kita ajukan belum tentu kita dapat. Biar tidak salah nanti temen DPRD biar tidak larut dengan angka bahwa kita mengajukan 571 M itu hanya berupa proposal berapa diberikan kita tidak tahu. Yang jelas substansi dari pada PEN bagaimana mengembalikan ekonomi kita utamnya menggerakkan sektor-sektor ril yang bekerja disektor informal, yang stabil penghasilanya hanya PNS diluar itu kita tidak stabil. Pertanian pun yang dianggap secara sturktur tidak terdampak kenyataanya terdampak karena hasil produksinya menurun,” jelas Bupati Agus.

Selain pengembangan hasil produksi pertanian, Bupati diakhir jabatanya juga akan menggunakan dana PEN jika disetujui seperti untuk pemgembangan obyek wisata Danau Buyan, dan RSUD Singaraja, Gedung Olah Raga untuk memajukan Buleleng.

”Jangan berpikir untuk PEN ini disalah artikan dalam perspektif orintifnya, contoh saya pasang dana di stadion. Stadion ini harapan saya nanti bisa dikerjakan proyeknya bisa orang bekerja truk-truk ngankut pasir dan sebagainya, nanti kalau sudah jadi bisa ngundang club sepak bola sana sini nginap di Buleleng hotelnya maju. Kedepan harus terukur dong juga tak bisa ngaur-ngaur kita,” tandas Bupati Agus.

“Kita hajar Buleleng kita buat berubah. Saya bilang yang tidak ngerti ngambil ini untung tidak berani debat sama saya, kalau debat sama saya, saya bilang bodoh kamu. Dana itu untuk pembangunan Danau Buyan sebagai obyek destinasi Buleleng yang bagus, disektor mendasar dana kesehatan rumah sakit umum saya kalau tidak segera saya tangani ini berat dalam kondisi titik kulminasi yang nanti bisa menurun, kumuh, poliklinik tidak reprentatif lagi alat kesehatan sudah jadul. Kalau terus saya biarkan diserang oleh rumah sakit swasta tambah bangkrut lagi, nanti pelayanan kesehatan yang mendasar untuk sebuan indeks pembangunan manusia sebagai salah satu parameter seorang pemimpin tidak tercapai,” katanya. frs/jmg/*

BAGIKAN KE :