Pacitan – Dua tahun Kabupaten Pacitan dibawah kepemimpinan duet Indrata Nur Bayuaji -Gagarin, bisa dibilang masih landai-landai saja. Tak ada gebrakan cukup berarti, utamanya dari pembangunan infrastruktur.
Tak sedikit yang menilai, duet kepemimpinan yang lebih dikenal dengan slogan, “Nyawiji -Sumrambah” itu, hanya terkesan pencitraan.
Mungkin hal yang wajar, mengingat rentang waktu masa tugas hanya tiga tahun dan mereka harus kembali mengadu nasib di pentas Pilbup 2024.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Hadi Subowo, perlunya sebuah inovasi dari seorang pemimpin, agar daerah yang di pimpinannya bisa segera ada kemajuan berarti. “Harapannya harus segera ada inovasi untuk membangun masyarakat yang amanah dan bermartabat,” katanya, Ahad (05-02-2023).
