Pacitan,Liputan 68.com-Upaya menjaga stabilitas daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kekuatan aparat dan regulasi formal. Kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sikap, ucapan, serta cara pandang terhadap berbagai peristiwa sosial justru menjadi benteng utama.
Pesan inilah yang ditegaskan Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Pacitan, Ratna Budiono, saat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentengi Pacitan dari berbagai potensi dampak buruk.
Ajakan tersebut menguat seiring dengan seruan Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, tentang pentingnya semangat “Jogo Pacitan”. Sebuah konsep sederhana namun bermakna dalam, yang menempatkan keamanan dan ketenteraman daerah sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata tugas institusi negara.
Ratna yang baru saja menduduki posisi strategis di lingkaran kewaspadaan dan intelijen daerah menilai, dinamika sosial nasional belakangan ini menuntut kedewasaan publik yang lebih tinggi. Arus informasi yang begitu cepat, khususnya di ruang digital, kerap memantik kegaduhan jika tidak disikapi dengan nalar dan empati.
Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan agar masyarakat Pacitan tidak ikut larut menyuarakan hal-hal negatif yang terjadi di daerah lain, terutama yang berkaitan dengan persoalan hukum. Menurutnya, membicarakan isu sensitif tanpa proporsi yang tepat justru berpotensi menimbulkan keresahan baru dan merusak iklim kondusif yang selama ini terjaga.
“Kita ini sebagai insan manusia tentu jauh dari kata sempurna. Yang terbaik mari kita doakan agar mereka yang saat ini bermasalah dengan hukum bisa mendapatkan ketabahan, sekalipun itu sebagai konsekuensi logis yang harus mereka hadapi,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
