Pacitan,Liputan 68.com-Gerakan bersih lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ikhtiar bersama untuk membangun peradaban yang lebih sehat dan berkelanjutan. Hal inilah yang ditekankan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Ruhdotul Jannah, saat menyampaikan pelaksanaan Gerakan Bersih Pacitanku yang dimulai serentak pada Jumat, 13 Februari di lingkungan kantor masing-masing.
Menurut Cicik, gerakan ini menjadi penanda awal implementasi Program Indonesia ASRI, sekaligus momentum strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
“Kebersihan bukan hanya soal lingkungan yang rapi, tetapi juga tentang kesehatan, kenyamanan, dan warisan yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang. Gerakan Bersih Pacitanku kami dorong sebagai budaya, bukan kegiatan sesaat,” ujarnya, Ahad (8/2/2026).
Pelaksanaan kegiatan ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Jadi Pacitan, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), serta menjadi bagian dari persiapan spiritual dan sosial dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut Cicik, nilai kebersihan selaras dengan semangat Ramadhan yang mengajarkan kesucian lahir dan batin.
Ia menambahkan bahwa dimulainya gerakan dari lingkungan kantor merupakan bentuk keteladanan aparatur pemerintah kepada masyarakat.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika kantor-kantor bersih dan tertib dalam mengelola sampah, pesan itu akan sampai ke masyarakat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
