BADUNG |Keberhasilan Kabupaten Badung dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi perhatian nasional.
Hal tersebut terlihat dari Kunjungan Kerja(Kunker) Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang datang untuk mempelajari strategi penguatan keuangan daerah dari Kabupaten Badung.
Rombongan Komisi III DPRD Gowa diterima jajaran Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Badung di Ruang Pimpinan DPRD Kabupaten Badung, Senin, 9 Pebruari 2026.
Turut hadir, Tenaga Ahli Bangar DPRD Badung I Made Wiraguna, S.E., Tenaga Ahli Pimpinan I Gusti Agung Made Wardika, S.E., M.Si., Tenaga Ahli Komisi I I Wayan Suryantara, S.H., Tenaga Ahli BK I Wayan Hariono, S.Sos., serta Tenaga Ahli Komisi II I Nyoman Sukarata, S.T.
Tenaga Ahli Bangar DPRD Badung, I Made Wiraguna yang akrab disapa Bli Denok menyatakan bahwa studi banding tersebut berfokus pada upaya peningkatan PAD serta penyusunan APBD yang efisien dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu strategi kunci yang menarik perhatian Komisi III DPRD Gowa adalah pembentukan tim optimasi pajak daerah di Badung. Tim ini bertugas menggali potensi pajak dan retribusi secara maksimal guna memperkuat struktur pendapatan daerah.
“Kami jelaskan bagaimana optimalisasi pendapatan daerah dilakukan, termasuk pemanfaatan tanah milik pemerintah yang bisa disewakan ke pihak ketiga, hingga potensi pajak dari UMKM,” kata Made Wiraguna yang akrab disapa Bli Denok.
Selain itu, Kabupaten Badung juga memperoleh kontribusi PAD dari sektor Desa Wisata (Dewi), termasuk Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di wilayah tersebut. “Tentunya, Badung juga mendapatkan PAD dari DTW,” pungkasnya.
Melalui Kunjungan Kerja (Kunker), pihaknya berharap dapat memperkuat sinergitas antara DPRD Badung dan DPRD Gowa dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Hal itu bisa juga sebagai referensi bagi Kabupaten Gowa dalam meningkatkan PAD secara berkelanjutan melalui optimalisasi potensi lokal,” pungkasnya. (red).
