Pak Jokowi Dan Jiwa Gotong Royong Sebagai Pengamalan Pancasila
Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp. 087864404347)
A. Bangunlah Jiwanya Badannya untuk Indonesia Raya.
Gotong royong dha tumandang gawe, ambangun jiwa ambangun negara, nusa bangsa ing nuswantara.
Gerongan srepeg nem pathet slendro ini cocok untuk bahan pendidikan pengamalan Pancasila. Generasi muda sebaiknya tahu saat gendhing itu digunakan untuk mengiringi pagelaran wayang purwa. Karena berisi pembinaan mental spiritual dengan semangat guyub rukun.
Sebagai priyagung yang dibesarkan di lingkungan budaya Jawa, Pak Jokowi terlalu akrab dengan paribasan bebasan saloka. Crah agawe bubrah rukun agawe santosa. Seorang pemimpin harus bersikap guyub. Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Penjawi, Ki Juru Martani memberi teladan sikap guyub rukun saat mendirikan Karaton Mataram tahun 1582.
Kata guyub berarti perasaan suka rela untuk selalu menggabungkan diri, sehingga dicapai sebuah kekompakan dalam melakukan aktivitas kerja. Contohnya orang yang sedang punya hajat di pedesaan, maka para tetangga dan karib kerabatnya akan dengan sukarela membantu tanpa mau mengharapkan imbalan apa pun.
Masyarakat Surakarta menyadari adat Istiadat Jawa yang sudah diwariskan secara turun tumurun. Tanah kelahiran Pak Jokowi memang pusat berkembangnya kebudayaan. Kitab Wulangreh, wedhatama, Sasana Sunu menguraikan tata krama sebagai cermin pengamalan Pancasila.
Lanang wadon sarta tuwa mudha, cancut gya gumregut, ngayahi kewajiban, kanggo nggayuh kautaman, adil makmur kasembadan.
Lantunan tembang gerongan di atas menganjurkan kekompakan kerja. Dalam peristiwa hajatan atau duwe gawe, teman- teman sejawat akan membantu dana, daya dan pikiran. Mereka justru merasa bersalah jika sampai tidak bisa membantu.
Rasa ewuh pekewuh, sebegitu penting makna guyub, terutama bagi orang desa, sehingga banyak orang yang sengaja membuat paguyuban dengan beraneka ragam kegiatan. Biasanya paguyuban tidak berpikir untuk soal- soal rumit. Dadi sarana ngudhari kehing penandhang.
Pancasila dasar negara dihayati Pak Jokowi dalam pergaulan sambang samung sawang srawung tulung tinulung. Seorang pemimpin harus bersikap rukun. Rukun adalah kesatuan perasaan antar individu dalam melaksanakan sebuah visi bersama dengan menyingkirkan segala jenis pertengkaran dan pertentangan. Dalam bahasa Jawa rukun kuwi angedohi padu don rukun itu menjauhkan pertengkaran. Nyawiji ing pakarti murih mulyaning negari.
Mbangun bale wisma kanthi tumata. Misalnya cekcok antara suami istri yang berlarut- larut diharap oleh banyak pihak agar bisa rukun kembali. Rukun merupakan syarat mutlak untuk memperoleh keadaan rumah tangga yang harmonis. Ada ungkapan Jawa demikian: crah agawe bubrah rukun agawe santosa, pertikaian membuat perceraian, rukun membangun kekuatan.
Tunggal cipta tunggal sedya. Pertengkaran antara individu atau kelompok sesungguhnya akan menguras banyak enerji. Tenaga yang terbang sia-sia akan menunda proses produksi apa saja. Kemunduran suatu bangsa disebabkan karena antar unsurnya tidak rukun. Prabu Hayamwuruk tahun 1352 mendukung penyusunan kitab Sutasoma yang berisi kerukunan.
Sayuk rukun selalu diajarkan Pak Jokowi kepada Mas Gibran Rakabuming Raka, Mbak Kahiyang Ayu dan Mas Kaesang Pengarep sejak kecil. Seorang pemimpin harus bersikap sayuk. Sayuk adalah tekad manunggalnya perasaan antar individu atau kelompok dalam menuntaskan kerja sama. Biasanya kata ini disertai dengan kata rukun. Dalam tembang Jawa ada ungkatan sayuk- sayuk rukun bebarengan sakkancane. Manungal rukun bersama dengan teman -temannya, sanak kadang pawong mitra.
Melalui kitab Sasana Sunu, pada tahun 1750 Kyai Yasadipura Pengging mengajarkan nilai sayuk rukun. Kata sayuk juga dapat berarti melakukan kerja bareng dalam suasana gembira ria. Kegembiraan karena tindakan sayuk ini jarang yang berakhir dengan rebutan hasil yang bisa melahirkan cekcok. Di sini kerja karena sayuk memang benar-benar ikhlas tanpa pamrih. Bahkan di antara mereka saling menyerahkan hasil kenikmatannya.
Bu Iriana Jokowi saat momong putra wayang juga menekankan arti penting sayuk rukun. Begitu indahnya konsep sayuk itu, tidak mengherankan kalau banyak orang yang kangen dan rindu, meskipun kadang kala rugi materi sebagaimana dalam ungkapan: rame ing gawe sepi ing pamrih, ramai bekerja, sepi berpamrih.
Pancasila memberi inspirasi bagi Pak Jokowi untuk berdarma bakti buat negeri. Pujangga Ranggawarsita tahun 1843 menulis kitab witaradya yang berisi tentang semangat kebangsaan. Seorang pemimpin harus memahami konsep sambatan. Sambatan berasal dari kata dasar sambat yang berarti mengeluh. Jadi sambatan berarti keluhan. Dalam konteks kerja, sambatan mengandung arti membantu untuk mengurangi beban keluhan karena pekerjaan yang banyak.
Sultan Agung raja Mataram menjadi panitia pernikahan Syekh Jangkung Saridin dan Dewi Retno Jinoli tahun 1619. Pada zaman dulu iru orang yang sedang punya hajatan mantu, tetangga kanan kiri sebagian menyumbangkan tenaga mencari kayu bakar ke hutan, mengumpulkan daun jati untuk bungkus makanan, membantu menyembelih hewan dan memasak makanan dan sebagainya. Demikian juga ketika tetangganya mendirikan rumah, menguburkan jenazah dan lain sebagainya. Semangat hidup sosial yang harmonis bisa dipupuk dengan cara sambatan. Sambatan mengacu kepada semangat hidup senasip sepenanggungan.
Seorang pemimpin harus memahami konsep gotong royong. Semangat Gotong- royong adalah kerja sosial yang besar dan berat tetapi terasa ringan dan riang karena ditangani orang banyak secara ramai -ramai. Masing- masing warga masyarakat terlibat sesuai dengan profesi dan kemampuannya.
Berbahagialah Indonesia punya falsafah Pancasila. Rasa memiliki terhadap eksistensi negara semakin lekat dalam hati sanubari kalau warganya ikut serta dalam mengelola negara. Gotong royong merupakan cara paling mudah untuk memobilisasi partisipasi warga negara sehingga pemecahan persoalan mudah dilakukan.
Kehidupan masyarakat tradisional biasanya semangat gotog royong terasa lebih kuat. Hubungan antar individu tidak dilandasi semata -mata oleh karena untung rugi material. Hidup memerlukan kebersamaan untuk mencapai keselarasan dan kebahagiaan.
B. Landasan Falsafah Pancasila.
Pengamalan Pancasila bersama dengan kearifan lokal. Nilai tradisi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan bentuk kristalisasi nilai Pancasila. Cocok untuk pengajaran di lingkungan generasi muda.
Sri Susuhunan Amangkurat Agung pada tahun 1648 membangun kota maritim di Tegal. Dengan semangat gugur gunung, program Kerajaan Mataram ini sukses gemilang. Gugur Gunung yang melibatkan sekalian warga menjadi tradisi kerja di kawasan pesisir.
Pekerjaan menjadi semakin ringan. Seorang pemimpin harus memahami konsep gugur gunung. Gugur gunung mempunyai makna kerja sosial yang harus dilakukan secara bersama- sama untuk menyelesaikan kerja yang mahaberat seolah -olah seperti meruntuhkan gunung. Menilik namanya, gugur gunung berarti menghancurkan gunung. Mustahil jika seorang diri mampu merobohkan gunung yang besar.
Kanjeng Ratu Wiratsari, Permaisuri Sinuwun Amangkurat Agung menjadi pelopor praktek gugur gunung bagi para putri di Banyumas. Istilah gugur gunung memberi inspirasi dan spirit kepada orang banyak agar tidak silau terhadap pekerjaan yang sangat berat. Mungkin dapat dipersamakan dengan ungkapan: berat sama dipikul ringan sama dijinjing, sebuah ungkapan luhur yang menekankan kebersamaan.
Babad Ila Ila yang disusun Sinuwun Amangkurat Agung tahun 1653 mengutamakan kerja gugur gunung. Dalam wayang lakon Rama Tambak, diceritakan pasukan kera membuat tambak jembatan di samudra raya untuk menghubungkan Kerajaan Gua Kiskenda dengan Kerajaan Alengka. Pekerjaan yang sangat dahsyat itu ternyata bisa diselesaikan oleh para kera dengan semangat gugur gunung.
Selama tinggal di wilayah Banyumas, Sinuwun Amangkurat Agung mengajarkan semangat kerja bakti. Seorang pemimpin harus memahami konsep kerja bakti. Sesuai dengan istilahnya, kerja bakti merupakan sebuah kerja sosial sebagai wadah untuk berbakti atau melakukan pengabdian kepada masyarakat dan negara. Misalnya kerja bakti membenahi jalan dan membersihkan selokan.
Berbeda dengan gugur gunung dan gotong royong, kerja bakti mengacu pada pekerjaan ringan tetapi kuantitasnya banyak. Masyarakat Banyumas berbahagia atas wejangan Sinuwun Amangkurat Agung raja Mataram yang berbudi luhur.
Lakon Dewaruci sering didengar Pak Jokowi lewat siaran RRI Surakarta. Cerita ini mengungkapkan pentingnya bakti bekti. Kata bakti- bekti populer dalam bahasa Jawa. Ada ungkapan berbakti kepada nusa dan bangsa, berbakti pada ibu pertiwi sungkem pangabekti, sembah bekti, bekti kawula dan sebagainya, semua menunjukkan sikap rendah hati dan tunduk kepada kepentingan orang banyak.
Bapak Widjiatno Notomihardjo memberi wejangan pada Pak Jokowi tentang pahargyan sosial. Misalnya buwuh atau jagong manten. Seorang pemimpin harus memahami konsep jagong. Jagong sebenarnya mempunyai arti duduk. Orang yang sedang jagong berarti sedang duduk- duduk. Pengertian itu menjadi bergeser dengan makna orang yang sedang mendatangi pesta pernikahan, khitanan, atau orang yang baru saja melahirkan.
Biasanya jagong itu dilakukan oleh bapak-bapak atau ibu- ibu dengan berkumpul di rumah sahibul hajat untuk ikut bergembira atau memberi doa restu kepadanya. Nduwe gawe, berarti seseorang punya kerja sosial yang penting.
Suasana pedesaan masih memelihara tradisi. Kegiatan jagong dalam hal tertentu kerap dilakukan semalam suntuk atau lek-lekan. Dalam masyarakat pedesaan tradisi jagong adalah hal yang lumrah. Bahkan acara jagong itu merupakan sarana interaksi sosial dan rekreasi yang murah, mudah dan meriah.
Lingkungan Boyolali asal leluhur Pak Jokowi akeab dengan acara sosial buwuhan. Seorang pemimpin harus memahami konsep buwuh. Buwuh adalah menyumbangkan barang pada orang yang mempunyai hajat yang dilakukan oleh ibu- ibu. Sewaktu pulang biasanya diberi oleh-oleh oleh tuan rumah.
Nilai tradisional mengandung keluhuran yang sesuai dengan falsafah Pancasila. Tradisi buwuh dahulu berbeda dengan tradisi sekarang yang sumbangannya berwujud uang. Dahulu sumbangan itu berwujud bahan makanan seperti beras, gula, tahu, tempe, teh, kopi atau mie. Sumbangan model uang yang dimasukkan dalam amplop tidak dikenal. Kalau direnungkan sumbangan model barang jelas lebih repot, akan tetapi lebih mengesankan.
Dasar negara Pancasila lahir tanggal 1 Juni 1945. Nilai Pancasila sudah mengakar kuat dalam tradisi masyarakat. Pada saat sekarang di mana segala sesuatunya dinilai berdasarkan nilai uang, mungkin budaya buwuh tidak bisa dilakukan lagi, terutama di perkotaan. Akan tetapi bisa dimodifikasi berupa souvenir yang bisa memberikan nilai dan keakraban tersendiri. Hal ini cenderung akan menimbulkan kreativitas.
Kerja sosial beragam rupa. Bu Iriana Jokowi selalu berpartisipasi kegiatan sosial di lingkungan. Seorang pemimpin harus memahami konsep arisan. Arisan sudah sangat umum di masyarakat Indonesia. Hampir setiap kampung ada tradisi arisan, karena dapat digunakan sebagai sarana berkumpul demi persaudaraan.
Mas Gibran Rakabuming Raka Mbak Kahiyang Ayu dan Mas Kaesang Pengarep akrab dengan kerja sosial. Berkat didikan Pak Jokowi dan Bu Iriana. Di sela-sela acara arisan itu biasanya diselipkan acara lain yang mudah, murah meriah dan bermanfaat. Saat arisan itulah komunikasi antar warga terjalin dengan akrab. Dari situ pula kegiatan-kegiatan bersama dimusyawarahkan dan dirancang.
Murih supeketing memitran raketing kekadangan. Secara umum, arisan tidak diselenggarakan dengan azas formal, melainkan atas aspirasi murni dari warganya, minim kepentingan, ringan, meringankan, sukarela dan terbuka bagi banyak kalangan dan bersifat rekreatif, kanggo seneng seneng.
Pelaksanaan kerja sosial dengan riang gembira. Seorang pemimpin harus memahami konsep rewang. Rewang berarti membantu orang lain, namun sudah menjurus pada pekerjaan profesional. Dalam istilah pedesaan menunjuk pada urusan membantu pekerjaan rumah tangga bale wisma.
Kesadaran untuk bermasyarakat sesuai dengan nilai Pancasila. Tugas pokok seorang rewang adalah membantu pekerjaan rumah tangga pada suatu keluarga. Hubungan antara juragan dan rewang masih melibatkan unsur emosionalitas. Kadang-kadang jaringan keluarga rewang juga membantu pekerjaan rumah tangga sang majikan. Penggajian sering di atas atau melebihi harapan si rewang. Keduanya sudah terjalin sikap saling percaya.
Udhu bahu suku lan panemu. Sifat kerja seorang rewang berbeda betul dengan cara kerja karyawan, buruh atau pegawai. Cara kerja rewang lebih tulus, sungguh -sungguh, tanpa pamrih dan tanggung jawabnya jauh lebih besar.
Bela raos kagem ingkang nandhang dhuhkita. Seorang pemimpin harus memahami konsep layatan. Layatan adalah ungkapan rasa simpati, empati atau bela sungkawa yang ditujukan kepada seseorang yang sedang terkena lelayu. Musibah kehilangan anggota keluarganya karena meninggal dunia. Para pelayat akan menyumbang apa saja agar yang ditinggalkan terhibur dan ringan beban pikirannya. Ini bisa ngentheng ngenthengi bot ruweting penggalih.
Dulur kadang mitra bantu binantu. Sanak famili, teman kerabat, tetangga kanan kiri, handai taulan biasanya akan datang tanpa harus diundang. Pemberitahuan cukup dengan gethok tular, omongan dari mulut ke mulut atau memukul kentongan. Suasana layatan jauh dari sendau gurau. Semua berjalan dengan serba spontan. Bahkan banyak hadirin yang berebut kerja.
Dalam zaman modern ini, pemberitahuan lelayu lebih kompleks caranya mengingat sanak kerabat biasanya tersebar di berbagai tempat yang jauh. Oleh karena itu digunakan teknologi modern seperti mengumumkan dengan pengeras suara di masjid, pemberitahuan di media masa, faksimili, telepon dan sebagainya. Piranti srawung perlu didukung.
Rembugan berbagai perkara sosial dilakukan secara kolektif. Seorang pemimpin harus memahami konsep rembugan. Arti rembugan berasal dari kata rembug yang artinya omong- omong. Orang yang rembugan berarti melakukan aktivitas omong- omong dengan topik tertentu. Wewaton ingkang lumampah wiwit jaman kina.
Lingkungan pedesaan amat dekat dengan Pak Jokowi. Dalam pedesaan dikenal dengan istilah rembug desa yaitu musyawarah yang diikuti seluruh warga desa. Mereka bebas mengemukakan aspirasinya demi menuntaskan permasalahan bersama. Keputusan yang diambil berdasarkan suara mufakat. Tidak ada yang merasa dipinggirkan. Semua keinginan sebisa-bisa ditampung dan dihormati. Pemimpin desa penting untuk suka mengajak rembugan warga agar mereka merasa dilibatkan.
Desa mawa cara, negara mawa tata. Dengan diajak rembugan maka warga akan mau berpartisipasi aktif dalam mendukung setiap program pembangunan. Kalau pemimpin tidak mau mengadakan rembugan, maka oposisi akan datang menghadang.
Menggahing gesang bebrayan perlu petungan. Seorang pemimpin harus memahami konsep petung. Petung adalah musyawarah untuk memutuskan suatu acara penting dalam sebuah keluarga. Misalnya petung butuh adalah rapat yang membahas anggaran keluarga.
Setiap punya hajad, Pak Jokowi mesti berkonsultasi pada ahli. Demi kebaikan bersama. Ada lagi petung yang sangat penting, yaitu petung dina. Petung dina lazim dilakukan untuk menentukan hari baik untuk suatu acara hajatan, misalnya hari pernikahan. Untuk mencari hari yang tepat itu diperlukan pertimbangan sesepuh yang bijak dan dianggab pintar. Orang yang diajak petung biasanya merasa dihargai. Dirinya diperlukan, diperhatikan, dihargai, dan dianggab ada yang akhirnya nanti mendukung kekompakan.
Bangsa Indonesia mengamalkan Pancasila dengan sukarela. Perjalanan sejarah yang panjang memberi banyak pengalaman. Kearifan lokal memperkokoh identitas nasional. Masa depan bangsa semakin berjaya.
(LM-01)

Tinggalkan Balasan