TIRTAWAN TUDING DISPAR BULELENG PILIH KASIH

SINGARAJA-LIPUTAN68.COM – Dana bantuan hibah pariwisata dari Kemenparekraf RI untuk kalangan pariwsita di Buleleng, Bali, yang disalurkan melalui Dinas Pariwisata Buleleng, menulai kecaman keras dari sejumlah pelaku pariwisata Bumi Panji Sakti itu.

Konon, informasi adanya bantuan hibah dari Kemparekaf itu tidk terbuka untuk semua kalangan pemilik hotel dan restoran yang ada di Bumi Denbukit itu. Hanya Sebagian pemilik hotel dan restoring yang dekat dengan penguasa yang diberi informasi adanya bantuan hibah.

Nah, sikap pilih kasih ala Dinas Pariwisata Buleleng dalam memberikan informasi tentang bantuan dana hibah dari pusat itu mendapat kritik keras dari sejumlah pemilik hotel dan restoran yang merasa dirinya dianaktirikan Dinas Pariwisata Buleleng.

Salah satu pengusaha hotel dan restoran Buleleng yang bersuara keras terhadap sikap tertutup dana bantuan hibah Kemenparekraf RI adalah Nyoman Tirtawan, pemilik restoran Warung Bambu di Lovina dan Vila Manuksesa di Bebetin.

“Banyak pemilik hotel dan restoran di Buleleng yang tidak tahu dan tidak dikasih tahu soal adanya dana bantuan itu. Beda dengan di Gianyar, Pemkab Gianyar turun langsung ke pemilik usaha hotel dan restoran memberikan pelayanan,” ungkap Tirtawan.

Tirtawan juga mempertanyakan sejumlah persyaratan untuk mendapatkan bantuan hibah tersebut, antara lain izin usaha. “Orang berusaha itu pasti ada izin, apalagi saya paling rajin pajaknya, tetapi akan kesan mempersulit,” beber Tirtawan.

Dengan sikap tertutup informasi bagi Kalanga pemilik hotel dan restoran itu, Tirtawan menilai bahwa ada indikasi bau busuk dalam pendistribusian dana bantuan hibab pariwisata dari Kemenparekraf RI di Kabupaten Buleleng. “Ini ada indikasi bau busuk dalam pendistribusian dana bantuan dari pemerintah pusat,” serang Tirtawan.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *