Liputan KOLOM

Pak Jokowi Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 November 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp.087864404347)

A. Partisipasi Rakyat Bidang Ekonomi.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih sejahtera mandiri memerlukan pemikiran yang matang. Dari konsep pemikiran itu lantas diaplikasikan dalam bentuk program sosial. Seorang pemimpin harus bersikap perwira. Perwira adalah pahlawan yang selalu siap menegakkan kebenaran dan keadilan.

Cipta rasa karsa, logika etika estika, kebenaran kebaikan keindahan. Tata pikir kefilsafan itu diperoleh ketika Pak Jokowi bergaul dengan kawan kawan ilmuwan humaniora.

Perlu telaah yang lebih mendalam. Kebenaran berkaitan dengan olah pikir, kemampuan, penalaran dan kegiatan keilmuan. Keadilan menyangkut keseimbangan, kesetaraan, dan kenyamanan hidup bersama. Kegiatan ekonomi pun memerlukan logika berpikir yang runtut urut patut.

Keberhasilan pemberdayaan bisa dilakukan dengan cara kreatif. Seorang perwira jauh berbeda dengan prajurit. Seorang perwira diharap mempunyai bermacam-macam kemampuan. Seorang perwira juga seorang konseptor, administrator, dan operator di lapangan. Otak perwira harus encer, tangannya harus cekatan, dan kakinya harus cepat melangkah. Dukungan segala elemen masyarakat memperlancar proses pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Wejangan dari sesepuh lewat kegiatan budaya direnungkan oleh Pak Jokowi. Kegagahan perwira tampak pada visi dan misi, intelektualitas, moral, ilmu- amaliah, dan iman- ihsannya sehingga patut diteladani. Kejujuran menjadi kunci sukses. Keterbukaan membuahkan kepercayaan masyarakat.

Poma dipoma padha sing prayitna. Dimen rahayu widada. Seorang pemimpin harus blaka. Blaka artinya terbuka, tidak ditutupi, apa adanya, transparan dan tidak takut bila diketahui semua isi hatinya. Sikap blaka biasanya diberikan kepada orang khusus yang sudah akrab, bersahabat dan hubungannya dekat sehingga tidak membahayakan.

Jawa iku prasaja lan walaka. Orang blaka umumnya tidak memiliki maksud tersembunyi seperti kata pepatah: ada udang di balik batu. Dia berbicara tanpa beban, lepas dan tidak gampang marah, sehingga dalam pergaulan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Hidup ada kurang lebihnya. Namun ada kekurangannya, orang blaka kadang-kadang keceplos, yang membuat pihak lain kaget bahkan tersingggung. Meskipun demikian orang blaka mudah minta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Sikap prasaja itu bikin aman.

Terbuka dan apa adanya mengurangi beban. Seorang pemimpin harus bersikap prasaja. Prasaja mempunyai banyak arti yaitu terbuka, hidup seadanya dan sederhana. Hidup prasaja bukan berarti kekurangan dan miskin, tetapi berusaha menyesuaikan dengan lingkungan.

Prasaja lan walaka membuat batin lebih sumeleh. Orang yang menjalani hidup prasaja tidak mau menonjolkan diri, bermewah-mewahan dan menghindari pamer. Dia mampu bertingkah laku andhap asor, mengendalikan keinginan, suka mengalah, namun dalam hal prestasi mau berjuang secara sungguh-sungguh. Kerja keras dan jujur senantiasa menyertai kehidupan yang prasaja. Ajaran ini dihayati oleh Pak Jokowi dan Bu Iriana.

Timbang kalah wong luwih becik kalah wang. Mencari uang itu sulit, mengumpulkan harta kekayaan itu memerlukan perjuangan yang gigih dan kerja keras yang tekun. Hidup prasaja memerlukan kehati- hatian. Sing sumeleh dimen pikoleh.

Partisipasi dalam bidang ekonomi terlihat dalam pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan. Pertanian berlokasi di persawahan. Perkebunan berlokasi di tempat yang cocok untuk tanaman komoditas. Peternakan memungkinkan untuk swasembada protein.

Perdagangan beragam bentuk. Pedagang kaki lima wujud kemandirian ekonomi. PKL perlu perlindungan yang manusiawi. Wong cilik ini hanya mencari sesuap nasi sepuluk sega.

Wilayah Surakarta terkenal ramah tamah dengan PKL. Mereka berniaga dengan tertib. Pak Jokowi bergaul akrab dengan Mas Mas pedagang dan Mbok Mbok bakul.

Sepanjang jalan supit urang terdapat penjual barang kerajinan. Jalan keprabon terkenal dengan bakul sega liwet. Pasar triwindu tempat jual beli barang antik. Manurut Pak Jokowi, mereka adalah pahlawan perekonomian.

B. Pemberdayaan Ekonomi Mandiri.

Negeri yang kaya akan sumber daya alam harus sukses dalam bidang ekonomi. Usaha kreatif perlu digalakkan. Peluang selalu terbuka lebar.

Dalam usaha memerlukan tingkat kepercayaan. Ajine dhiri saka lathi, ajine raga saka busana. Seorang pemimpin harus nyandhangi. Nyandhangi berarti memberi pakaian. Kata ini diperuntukkan bagi suami kepada istrinya. Seorang suami berkewajiban memberikan sandang yang layak kepada istri semampunya.

Kemandirian kerap dibuat wacana oleh Pak Jokowi. Dalam makna luas, seorang pemimpin berkewajiban mewujudkan kesejahteraan, perlindungan, pengayoman dan kesejukan kepada rakyatnya yang disimbolkan dengan memberi sandang.

Keperluan sandang bagi rakyat harus didahulukan dari pada untuk dirinya sendiri. Anggota suatu kelompok akan setia, taat, dan mendukung kepada pembesarnya yang telah memperhatikan kesejahteraannya. Apabila kepentingan anggota terabaikan, mereka akan mencabut dukungan kepada pemimpinnya itu. Kelahiran manusia dimulai dengan berpakaian dahulu.

Sawang sambang sambung srawung tulung tinulung. Seorang pemimpin harus nyandhingi. Setiap suami, selain nyandhangi juga berkewajiban nyandhingi kepada istrinya. Istri yang disandhingi tentu akan merasa senang, aman dan bahagia. Demikian juga seorang pemimpin kepada rakyatnya. Ia harus mampu menciptakan suasana sejuk, tentram, aman dan damai.

Dengan mendekati anak buah, akan mudah menangkap aspirasinya dengan tepat. Pergaulan perlu etika sosial. Arti kata nyandhingi adalah sikap seorang pemimpin yang selalu hadir di tengah- tengah rakyatnya.

Konsep seia sekata sehina semalu yang bersifat egaliter akan sangat mudah untuk diterapkan. Kalau pemimpin bertindak hanya berdasarkan laporan bawahan saja, akan punya peluang lebar untuk terjerumus karena laporan bawahan biasanya bersifat ABS (asal bapak senang). Maka tepat sekali makna tembang aja lamis.

Tedhak ing karang padesan. Kehadiran pemimpin selalu ditunggu- tunggu oleh rakyatnya. Apabila rakyat sedang kesusahan akan sejuk hatinya bila sang pemimpin mau menjenguk dan memperhatikannya.
Aja emban oyod emban cindhe. Artinya jangan pilih kasih. Seorang pemimpin harus memahami konsep momong.

Adapun momong artinya mengasuh, membimbing dan menjaga supaya selamat berkembang dan tumbuh sesuai dengan harapan. Momong anak cucu berati memelihara dan mengarahkan anak cucu itu menuju kehidupan yang lebih baik. Pemimpin harus bisa momong rakyatnya. Jangan sebaliknya rakyat yang harus momong pemimpinnya. Rakyat ibarat anak yang mempunyai kharakter bermacam-macam. Ada yang patuh, ada yang rewel. Untuk bisa momong perlu pengalaman, pengetahuan dan pendidikan. Orang yang diasuh itu kalau sudah berhasil akan merasa berhutang budi.

Kewibawaan seorang pemimpin akan memancar ketika rakyat yang diasuh sejahtera, makmur dan bahagia. Bahkan sesudah wafat pun mereka tetap mengenang jasanya yang mulia itu. Mulya wibawa tumekan alam kelanggengan.

Teduh untuk pengayoman. Seorang pemimpin harus momor dengan rakyatnya. Momor artinya bergaul, berkawan dengan lingkungan sekitar. Pergaulan itu meliputi aneka kelas sosial yang berbeda kepentingan, kegemaran dan wataknya.

Pemimpin yang sukses tentu didukung oleh berbagai golongan. Dia mesti pintar bergaul, sehingga tidak ada satu kelompok pun yang diasingkan. Kelompok yang diasingkan itu jiwanya akan terancam dan cenderung untuk menyusun kekuatan.

Amemangun karyenak tyasing sesama. Konsolidasi kekuatan dari kelompok oposisi ini bisa meledak sewaktu- waktu dan menimbulkan kejatuhan seorang pemimpin. Pendekatan yang humanis terhadap semua unsur masyarakat perlu dilakukan oleh pemimpin. Sikap momor merupakan salah satu sikap pemimpin yang luwes.

Akomodatif dalam aktivitas sosial. Seorang pemimpin harus bisa momot. Momot adalah memuat rupa-rupa beban atau akomodatif. Apa saja dan kapan saja beban dapat tertampung serta diwadahi sehingga tidak ada yang tercecer.

Jembar segarane. Seorang pemimpin yang berjiwa momot akan menampung segala aspirasi. Dia terbuka atas kritikan dan usulan. Mereka yang berada pada posisi oposan pun mendapat perhatian dan santunan. Pemimpin yang bijaksana tentu mampun meredam konflik, gejolak dan menangani berbagai perbedaan secara akomodatif. Azas profesionalisme yang menghendaki kepakaran dan keahlian sangat dihargai. Sikap momot memang memerlukan kesabaran dan ketabahan untuk menghadapi khalayak yang beragam. Masyarakat tentu menghendaki pemimpin yang akomodatif. Gelem nampa saanane. Seperti Pak Jokowi memberi pitutur sembur uwur.

Penyelenggaraan tata pemerintahan perlu aturan. Setiap anggota masyarakat, apalagi seorang pemimpin harus memiliki tata krama. Tata krama berkaitan dengan cara mengerjakan sesuatu agar pantas dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Tata krama sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna berjalan. Hal- hal yang ada hubungannya dengan perjalanan hidup perlu berpedoman dengan tata krama. Pelaku ekonomi jelas dituntut taat aturan.

Perjalanan hidup manusia secara bersama-sama akan harmonis hanya bila diatur dengan tata krama. Oleh karena itu setiap sendi kehidupan yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan akan berlaku secara alamiah, anggun dan tertib asalkan masing -masing berpegang teguh pada tata krama.

Pelaku ekonomi sebaiknya memperhatikan tata krama usaha. Aturan mesti dipatuhi. Dampak dari pelanggaran tata krama adalah kerugian pada diri sendiri, terutama yang tampak secara fisik karena pelanggaran tata krama mudah dilihat oleh mata. Inilah jalan keselarasan. Kesopanan membawa ketentraman.

Pak Jokowi kerap mendengar lantunan gendhing ama kabur tandur subur, loh jinawi. Setiap anggota masyarakat, apalagi seorang pemimpin harus berlaku sopan santun. Sumber malapetaka yang berasal dari mulut kadang-kadang lebih menyakitkan. Oleh karena itu kesopan -santunan dalam bertutur kata sangat perlu diperhatikan agar masing-masing pihak tetap terjaga kehormatannya.

Transaksi ekonomi memerlukan sikap etis praktis. Alus ing budi. Kata -kata kasar, misuh, memaki- maki dan menghina sungguh dapat menjadi penghalang seseorang dalam menjalin persahabatan.

Memitran melancarkan pakaryan. Apabila terlanjur menyakitkan orang lain maka kata-kata itu tak dapat ditarik kembali. Ucapan minta maaf atau nyuwun pangapura tidak cukup mengobati sakit hati yang terluka. Hal inilah yang mendasari arti penting dalam bertutur kata dengan sopan. Sopan santun dalam berbicara pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan seseorang. Pak Jokowi mengajari sopan santun pada putra wayah. Mandiri ekonom mendorong kedaulatan nasional.

C. Wujud Kedaulatan Nasional.

Kedaulatan politik, Kemandirian ekonomi, kepribadian budaya disebut Trisakti. Ungkapan agung itu pantas dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Trisakti merupakan pengokoh jatidiri nasional.

Di mana saja Pak Jokowi meresapi ajaran asli bangsa Indonesia. Makanya karyawan perusahaan perlu etos kerja. Kehidupan memang bertingkat- tingkat. Selain tata krama, sopan santun, juga perlu dipahami istilah unggah- ungguh. Semua demi lancarnya laju ekonomi.

Konsep luhur unggah- ungguh dan munggah- mungguh berkaitan dengan hubungan bersama orang lain yang tetap memperhatikan empan papan, waktu dan tempat. posisi, status, jabatan dan kedudukan seseorang. Di dalam masyarakat di mana saja selalu ada kelas sosial. Kelas sosial mempunyai tata interaksi yang berbeda- beda.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika dalam berbahasa pun senantiasa ada tingkat -tingkat kebahasaan yang disepakati secara umum. Kalau ada yang melanggar secara informal, maka pasti ada sangsi sosialnya. Memperlakukan seseorang sesuai dengan kedudukan dan status serta derajat dan martabatnya, merupakan tindakan yang mulia, karena seperti dianggap mempunyai unggah- ungguh.

Aktivitas ekonomi dengan kepribadian luhur. Sikap rendah hati membawa keselamatan pribadi. Seorang pemimpin harus memiliki sikap andhap asor. Sikap andhap asor berarti rendah hati. Di sini harus dibedakan antara rendah hati dengan rendah diri. Rendah hati mengandung makna tidak mau menonjolkan diri, meskipun sebenarnya memiliki kemampuan. Sedang rendah diri mengandung makna minder, karena eksistensi dan potensinya tidak ada. Andhap asor sejajar maknanya dengan lembah manah.

Nyambut gawe sengkut gumregut. Orang desa sangat mengutamakan sifat andhap asor, bila berhubungan dengan sesama hidup. Watak andhap asor tidak mudah dijerumuskan oleh puji-pujian. Apabila terpeleset hanya karena gila hormat. Kalau dicela pihak lain ia tidak akan marah, justrru untuk sarana mawas diri, sehingga mampu mengadakan perbaikan. Umpatan dan hinaan dari luar dianggap hanya sebagai kritik konstruktif. Duga prayoga digawa, ati- ati ora keri.

Bebrayan sebaiknya memperhatikan perasaan. Seorang pemimpin harus amemangun karyenak tyasing sasama. Yaitu membuat hati orang lain senang bisa lewat tutur kata, senyum manis, salam hormat, tata bahasa, pilihan kata yang baik, tegur sapa hangat, pujian sepantasnya, mimik muka empati dan perilaku sopan yang dapat meringankan beban sesama hidup.

BACA JUGATanpa Judul

Grapyak sumanak maweh rasa kepenak. Sedekah yang murah dan mudah adalah sikap ramah- tamah. Syukur-syukur kalau mau membagi rezeki kepada pihak yang amat membutuhkan. Amalan sedekah, infaq, dan zakat dapat menyalurkan pemerataan. Kita sesama tahu bahwa kesenjangan antara si kaya dan si miskin dapat menyebabkan kecemburuan sosial. Adoh saka watak dahwen open panasten.

Enak ing ati, kepenak ing rasa. Demikianlah ungkapan amemangun karyenak tyasing sesama adalah sebuah usaha untuk mewujudkan agar orang lain senang hati dan tentram di samping kita. Dengan ketentraman setiap orang di sekeliling kita, maka kita berarti telah menciptakan ketentraman masyarakat dan negara. Dalam keadaan apa saja Pak Jokowi berusaha untuk emban rasa.

Kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal sangat diperhatikan oleh Pak Jokowi. Hidup bermasyarakat diikat oleh aturan adat istiadat. Tradisi ini mendukung kegiatan ekonomi kerakyatan.

Sahabat karib Pak Jokowi di kabupaten Serdang Bedagai bernama Ir H Soekirman. Beliau menjabat Bupati Sergai tahun 2016 – 2021. Sama sama sebagai pemimpin yang menghayati nilai luhur warisan nenek moyang.

Pemimpin yang bikjaksana berarti telah memayu hayuning bawana. Ayu- hayu dan rahayu menunjuk makna keselamatan. Memayu berarti membuat selamat. Sedangkan bawana adalah istilah lain untuk buana, dunia atau jagat. Upaya menjaga kelestarian lingkungan adalah wujud nyata memayu hayuning bawana. Polusi air, tanah dan udara harus dihindari demi masa depan.

Mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Kerusakan alam membawa bencana yang amat merugikan. Banjir, tanah longsor, kekeringan banyak disebabkan oleh tangan- tangan manusia yang kurang memperhatikan kelestarian alam. Seandainya sejak taman kanak- kanak ditanamkan tentang lingkungan hidup maka Indonesia akan tampil sebagai taman sari dunia sesuai dengan konsep Jawa memayu hayuning bawana.

Mandiri ekonomi adalah amanah. Sesanti luhur warisan para pujangga mengandung nilai etis filosofis. Pak Jokowi membaca sastra piwulang demi mencapai keselarasan sosial yang guyub rukun bersatu padu.

Semboyan Trisakti dipahami benar oleh Pak Jokowi. Bangsa Indonesia mesti berdaulat dalam bidang politik. Berdikari dalam bidang ekonomi. Berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian