Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, hp.087864404347)
A. Partisipasi Rakyat Bidang Ekonomi.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih sejahtera mandiri memerlukan pemikiran yang matang. Dari konsep pemikiran itu lantas diaplikasikan dalam bentuk program sosial. Seorang pemimpin harus bersikap perwira. Perwira adalah pahlawan yang selalu siap menegakkan kebenaran dan keadilan.
Cipta rasa karsa, logika etika estika, kebenaran kebaikan keindahan. Tata pikir kefilsafan itu diperoleh ketika Pak Jokowi bergaul dengan kawan kawan ilmuwan humaniora.
Perlu telaah yang lebih mendalam. Kebenaran berkaitan dengan olah pikir, kemampuan, penalaran dan kegiatan keilmuan. Keadilan menyangkut keseimbangan, kesetaraan, dan kenyamanan hidup bersama. Kegiatan ekonomi pun memerlukan logika berpikir yang runtut urut patut.
Keberhasilan pemberdayaan bisa dilakukan dengan cara kreatif. Seorang perwira jauh berbeda dengan prajurit. Seorang perwira diharap mempunyai bermacam-macam kemampuan. Seorang perwira juga seorang konseptor, administrator, dan operator di lapangan. Otak perwira harus encer, tangannya harus cekatan, dan kakinya harus cepat melangkah. Dukungan segala elemen masyarakat memperlancar proses pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Wejangan dari sesepuh lewat kegiatan budaya direnungkan oleh Pak Jokowi. Kegagahan perwira tampak pada visi dan misi, intelektualitas, moral, ilmu- amaliah, dan iman- ihsannya sehingga patut diteladani. Kejujuran menjadi kunci sukses. Keterbukaan membuahkan kepercayaan masyarakat.
Poma dipoma padha sing prayitna. Dimen rahayu widada. Seorang pemimpin harus blaka. Blaka artinya terbuka, tidak ditutupi, apa adanya, transparan dan tidak takut bila diketahui semua isi hatinya. Sikap blaka biasanya diberikan kepada orang khusus yang sudah akrab, bersahabat dan hubungannya dekat sehingga tidak membahayakan.
Jawa iku prasaja lan walaka. Orang blaka umumnya tidak memiliki maksud tersembunyi seperti kata pepatah: ada udang di balik batu. Dia berbicara tanpa beban, lepas dan tidak gampang marah, sehingga dalam pergaulan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Hidup ada kurang lebihnya. Namun ada kekurangannya, orang blaka kadang-kadang keceplos, yang membuat pihak lain kaget bahkan tersingggung. Meskipun demikian orang blaka mudah minta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Sikap prasaja itu bikin aman.
Terbuka dan apa adanya mengurangi beban. Seorang pemimpin harus bersikap prasaja. Prasaja mempunyai banyak arti yaitu terbuka, hidup seadanya dan sederhana. Hidup prasaja bukan berarti kekurangan dan miskin, tetapi berusaha menyesuaikan dengan lingkungan.
Prasaja lan walaka membuat batin lebih sumeleh. Orang yang menjalani hidup prasaja tidak mau menonjolkan diri, bermewah-mewahan dan menghindari pamer. Dia mampu bertingkah laku andhap asor, mengendalikan keinginan, suka mengalah, namun dalam hal prestasi mau berjuang secara sungguh-sungguh. Kerja keras dan jujur senantiasa menyertai kehidupan yang prasaja. Ajaran ini dihayati oleh Pak Jokowi dan Bu Iriana.
Timbang kalah wong luwih becik kalah wang. Mencari uang itu sulit, mengumpulkan harta kekayaan itu memerlukan perjuangan yang gigih dan kerja keras yang tekun. Hidup prasaja memerlukan kehati- hatian. Sing sumeleh dimen pikoleh.
Partisipasi dalam bidang ekonomi terlihat dalam pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan. Pertanian berlokasi di persawahan. Perkebunan berlokasi di tempat yang cocok untuk tanaman komoditas. Peternakan memungkinkan untuk swasembada protein.
Perdagangan beragam bentuk. Pedagang kaki lima wujud kemandirian ekonomi. PKL perlu perlindungan yang manusiawi. Wong cilik ini hanya mencari sesuap nasi sepuluk sega.
Wilayah Surakarta terkenal ramah tamah dengan PKL. Mereka berniaga dengan tertib. Pak Jokowi bergaul akrab dengan Mas Mas pedagang dan Mbok Mbok bakul.
Sepanjang jalan supit urang terdapat penjual barang kerajinan. Jalan keprabon terkenal dengan bakul sega liwet. Pasar triwindu tempat jual beli barang antik. Manurut Pak Jokowi, mereka adalah pahlawan perekonomian.
B. Pemberdayaan Ekonomi Mandiri.
Negeri yang kaya akan sumber daya alam harus sukses dalam bidang ekonomi. Usaha kreatif perlu digalakkan. Peluang selalu terbuka lebar.
Dalam usaha memerlukan tingkat kepercayaan. Ajine dhiri saka lathi, ajine raga saka busana. Seorang pemimpin harus nyandhangi. Nyandhangi berarti memberi pakaian. Kata ini diperuntukkan bagi suami kepada istrinya. Seorang suami berkewajiban memberikan sandang yang layak kepada istri semampunya.
Kemandirian kerap dibuat wacana oleh Pak Jokowi. Dalam makna luas, seorang pemimpin berkewajiban mewujudkan kesejahteraan, perlindungan, pengayoman dan kesejukan kepada rakyatnya yang disimbolkan dengan memberi sandang.
Keperluan sandang bagi rakyat harus didahulukan dari pada untuk dirinya sendiri. Anggota suatu kelompok akan setia, taat, dan mendukung kepada pembesarnya yang telah memperhatikan kesejahteraannya. Apabila kepentingan anggota terabaikan, mereka akan mencabut dukungan kepada pemimpinnya itu. Kelahiran manusia dimulai dengan berpakaian dahulu.
Sawang sambang sambung srawung tulung tinulung. Seorang pemimpin harus nyandhingi. Setiap suami, selain nyandhangi juga berkewajiban nyandhingi kepada istrinya. Istri yang disandhingi tentu akan merasa senang, aman dan bahagia. Demikian juga seorang pemimpin kepada rakyatnya. Ia harus mampu menciptakan suasana sejuk, tentram, aman dan damai.
Dengan mendekati anak buah, akan mudah menangkap aspirasinya dengan tepat. Pergaulan perlu etika sosial. Arti kata nyandhingi adalah sikap seorang pemimpin yang selalu hadir di tengah- tengah rakyatnya.
Konsep seia sekata sehina semalu yang bersifat egaliter akan sangat mudah untuk diterapkan. Kalau pemimpin bertindak hanya berdasarkan laporan bawahan saja, akan punya peluang lebar untuk terjerumus karena laporan bawahan biasanya bersifat ABS (asal bapak senang). Maka tepat sekali makna tembang aja lamis.
Tedhak ing karang padesan. Kehadiran pemimpin selalu ditunggu- tunggu oleh rakyatnya. Apabila rakyat sedang kesusahan akan sejuk hatinya bila sang pemimpin mau menjenguk dan memperhatikannya.
Aja emban oyod emban cindhe. Artinya jangan pilih kasih. Seorang pemimpin harus memahami konsep momong.
Adapun momong artinya mengasuh, membimbing dan menjaga supaya selamat berkembang dan tumbuh sesuai dengan harapan. Momong anak cucu berati memelihara dan mengarahkan anak cucu itu menuju kehidupan yang lebih baik. Pemimpin harus bisa momong rakyatnya. Jangan sebaliknya rakyat yang harus momong pemimpinnya. Rakyat ibarat anak yang mempunyai kharakter bermacam-macam. Ada yang patuh, ada yang rewel. Untuk bisa momong perlu pengalaman, pengetahuan dan pendidikan. Orang yang diasuh itu kalau sudah berhasil akan merasa berhutang budi.
Kewibawaan seorang pemimpin akan memancar ketika rakyat yang diasuh sejahtera, makmur dan bahagia. Bahkan sesudah wafat pun mereka tetap mengenang jasanya yang mulia itu. Mulya wibawa tumekan alam kelanggengan.
Teduh untuk pengayoman. Seorang pemimpin harus momor dengan rakyatnya. Momor artinya bergaul, berkawan dengan lingkungan sekitar. Pergaulan itu meliputi aneka kelas sosial yang berbeda kepentingan, kegemaran dan wataknya.
