MEDAN – LIPUTAN68.COM – Terkait Isu plagiat di Universitas Sumatera Utara (USU) yang cukup mencuri perhatian publik beberapa hari pasca terpilihnya rektor baru dinilai sangat politis. Isu plagiat tersebut merupakan gambaran sifat kekanak-kanakan dari elit kampus ilingkungan univeritas terbesar di Sumatera tersebut.
Hal itu diungkapkan pakar kebijakan publik Sumut, Dadang Darmawan Pasaribu kepada awak media, di Medan, Jumat (15/1). Alumni dan mantan akademisi USU tersebut mengungkapkan bahwa isu plagiat semestinya tidak perlu terjadi. Karena isu tersebut hanya mempertontonkan adanya kelompok yang tidak terima dengan hasil pemilihan rektor.
“Sebaiknya memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turun untuk menelusuri isu plagiat ini. Ini momen agar memeriksa seluruh dosen USU terkait dengan isu plagiat. Hal itu penting agar nantinya semua jelas dan tidak ada lagi saling tuding,” jelasnya.
Dadang mengungkapkan bahwa isu plagiat di USU gambaran adanya kelompok-kelompok dilingkaran civitas akademika. Serta gambaran buruk dunia pendidikan yang tidak sepaham dengan pengembangan generasi bangsa,” ujarnya.
Politisasi menjadi bukti bahwa di USU sangat kental kepentingan kelompok. Serta ada upaya untuk mempertahankan berbagai hal yang harus dipertanyakan. Hal itu juga menjadi reaksi nyata dari kelompok-kelompok tersebut.

