SIDIKALANG – LIPUTAN68.COM – Kabupaten Dairi bersama 21 kabupaten kota di Sumatera Utara kembali berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3. Di Sumatera Utara hanya 11 kabupaten masuk level 1 dan 2.
Hal demikian dikatakan Bupati Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat menggelar operasi keselamatan toba 2022 di Mapolres Dairi, Selasa (1/3/2022).
Bupati Eddy Berutu mengatakan, status tersebut diketahuinya tadi pagi pasca keluarnya surat dari Mendagri, Dairi kembali ke level 3. Hal demikian tidak terlepas dari banyaknya jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 di Dairi.
“Saya tadi berbincang dengan pak Kapolres dan Forkopimda lain bahwa Dairi masuk PPKM level 3. Hal demikian memang sebenarnya sudah diprediksi oleh pusat bahwa akan ada lonjakan kasus Covid 19,” kata Eddy Berutu.
Eddy mengatakan, hampir sebulan ini penyebaran Covid 19 di Kabupaten Dairi bahkan Dairi berada di zona hijau. Disiplin Prokes mulai kendor. Akibatnya jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 tinggi.
“Saudaraku penyebaran Covid 19 begitu cepat penularannya, jauh lebih cepat daripada varian delta. Saya lihat di Jakarta terdapat kasus Covid 19 sangat tinggi. Hal ini sudah diperkirakan oleh pusat. Dan saya lihat sudah masuk ke daerah luar jawa termasuk Dairi. Oleh karena itu kita harus merespon cepat, tepat dan cermat. Oleh karena itu, sesuai dengan instruksi Mendagri yang kami terima pagi ini maka kita harus kembali siaga dan merapatkan barisan. Masyarakat harus patuh bahwa memang tingkat kematian sangat rendah tapi penulrannya sangat cepat. Kita harus beritahukan kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Satgas Covid 19 Dairi juga menjelaskan ada beberapa beberapa kecamatan di Dairi yang tingkat penyebaran Covid 19 tinggi, termasuk Kota Sidikalang dan Sumbul.
“Kita tahu bahwa di sini Sidikalang dan Sumbul pusat perdagangan dan pemerintahan, jadi penyebaran Covid 19 tinggi. Untuk itu kita harus bergandengan tangan untuk menurunkan Covid 19 ini. Kita harus menggencarkan operasi yustisi,” katanya.
