JEMBRANA, liputan68.com ! Sejak tiga hari belakangan ini pengiriman sapi Bali ke luar daerah (Jawa) marak terjadi. Padahal kuota pengiriman sapi Bali ke luar daerah catur ulan pertama (Januari sampai April) telah habis.
Anehnya, pihak Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk, justru mengaku tidak tahu jumlah kuota pengiriman sapi Bali ke luar daerah, khususnya sapi potong. Padahal semestinya, Karantina merupakan filter utama dari lalu lintas hewan antar provinsi.
Pemantauan awak media, Sabtu 28 April 2024 malam di wilayah Cekik, Gilimanuk, sejumlah truk besar bermuatan ratusan ekor sapi terlihat melintas dari arah Singaraja menuju pelabuhan.
Truk-truk memuat sapi tersebut sebelum masuk pelabuhan, terlebih dahulu masuk ke Karantina untuk dicek oleh petugas. Sayangnya pengecekan oleh petugas hanya sebatas memeriksa perijian. Sementara pengecekan fisik sapi, tidak dilakukan secara maksimal.
Sementara dari informasi yang beredar, Ear Tag pada sapi tidak sesuai dengan tertuang dalam perijinan. Aturannya Ear Tag ini wajib karena menandakan sapi-sapi tersebut telah lolos uji kesehatan.
Mengetahui pengirimannya dipantau awak media, sejumlah truk bermuatan sapi kemudian segera masuk pelabuhan untuk dinaikan ke atas kapal. Diduga karena terburu-buru, satu unit truk Hino P 8552 UH memuat sapi menabrak truk hino lainnya saat naik ke atas kapal.
Terkait dengan maraknya pengiriman sapi Bali ke luar provinsi (Jawa), Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk Nyoman Ludra dikonfirmasi melalui pesan WhatsAp mengaku tidak mengetahui jumlah kuota pengiriman sapi Bali ke luar daerah.
