Reses Yoseph Dogon di Oepura: Ajak Tata Aset dan Infrastruktur Demi Kota Kupang yang Lebih Tertib dan Terang

NTT, Liputan68.com- Jemari Yoseph Dogon, Anggota DPRD Kota Kupang, kembali turun menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses yang berlangsung di RT 07, RW 03, Kelurahan Oepura, Kamis (7/8/2025) sore.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 80 warga dan berlangsung hangat dengan berbagai aspirasi disampaikan langsung oleh masyarakat.

Beberapa keluhan yang mencuat dari warga antara lain kondisi jalan di sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) yang rusak parah, kelangkaan air PDAM, minimnya bak sampah, lampu jalan yang belum menjangkau lorong dan gang, hingga penataan aset pemerintah yang belum maksimal.

Menanggapi hal itu, Yoseph Dogon menekankan bahwa tugas DPRD tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga membahasnya dalam rapat bersama Pemerintah Kota.

Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu legislasi (pembentukan perda), anggaran (APBD), dan pengawasan (pelaksanaan program dan regulasi).

“Keluhan dari masyarakat ini kami tampung dan akan dibahas dalam forum resmi bersama pemerintah. Kota Kupang ke depan harus lebih maju. Jalan harus hotmix, lampu jalan harus merata, sistem pengelolaan sampah harus lebih tertata serta kebutuhan air harus lebih maksimal ”ujar anggota DPRD Kota Kupang tiga periode berturut-turut itu.

Salah satu sorotan penting dalam reses ini adalah penertiban aset milik pemerintah yang belum memiliki kejelasan status hukum.

Yos Dogon meminta agar BPN (Badan Pertanahan Nasional) bersama pemerintah kota melakukan pendataan dan pemasangan tanda kepemilikan aset secara terbuka.

“Kalau tanah pemerintah masih nganggur, jangan dibiarkan. Pasang papan, sertifikat harus jelas. Supaya tidak ada penyerobotan. Kita tidak boleh lagi punya neraca aset fiktif. Harus real dan bisa dimanfaatkan untuk peningkatan PAD,” tegas politisi Golkar itu.

Terkait kondisi jalan di sekitar GOR Oepoi yang rusak, Dogon menyampaikan keprihatinan mendalam.

Menurutnya, jalan tersebut adalah fasilitas publik dan menjadi wajah kota, terlebih menjelang pelaksanaan PON 2028.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *