oleh

Berpacu Dengan Waktu Memperkuat TNI

 

Sabtu, 09-11-2019
TSM-Tidak ada penolakan dalam rencana kunjungan ke AS, maka mentahlah semua rumor argumen terduga soal Jenderal Prabowo Subianto selama ini, yang ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan RI periode 2019-2024. AS mempersilakan Prabowo Subianto berkunjung ke AS. Artinya no problem, clear.

Sejak ditunjuk jadi Menhan, Prabowo terlihat bergerak cepat menginventarisir dan menganalisis perkuatan alutsista TNI yang sedang menuju MEF jilid III tahun depan. Kesibukan mantan Pangkostrad dan Wapang ABRI ini diikuti dengan release atau public relation yang giat mempublikasikan aktivitas Menhan. Ini menjadi sebuah bagian dari aktivitas, agar menjadi jelas untuk disampaikan ke publik. Dan itu sangat perlu.

Demikian juga statemen KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang menyampaikan kabar gembira bahwa TNI AU akan membeli 32 jet tempur F-16 Block 72 Viper dan sedang memproses pengadaan 11 jet tempur Sukhoi Su-35. Public relation diperlukan untuk memastikan kabar yang sebenarnya agar tidak menjadi rumor atau tanda tanya tanpa jawaban.

Publik selalu menanti kabar-kabar teranyar dari Kemenhan dan TNI. Maka kabarilah dengan fikroh dan ghiroh komunikasi yang jelas dan terukur. Publik kita sejatinya menginginkan tentaranya kuat dan juga sejahtera. Maka setiap program yang dijalankan Kemenhan dan TNI selalu diikuti publik kita dengan semangat kebangsaan yang kuat.

Liputan JUGA  Wanita Ini Memiliki 5 Suami, Dan Bahagia Bisa Melayani 5 Suami Secara Bergiliran Setiap Malam

Kemampuan leader diperlukan di Kementerian Pertahanan. Disamping ketegasan dan kemampuan berkomunikasi menjelaskan setiap program dan lain-lain untuk konsumsi publik. Penting juga dicatat jangan sampai ditanya wartawan apa dijawab apa alias gak nyambung.

Program Kemenhan kedepan ini sangat padat dan penuh dengan godaan. Mengelola anggaran tertinggi diantara kementerian yang ada, tahun depan angkanya mencapai 131 trilyun dan bisa bertambah lewat APBNP. Tentu banyak sales-sales alutsista yang menawarkan produk termasuk juga keikutsertaan pemerintahnya.

Pengadaan sejumlah alutsista buatan AS tidak terlepas dari diplomasi perdagangan RI. Dalam rangka mengamankan fasilitas kelonggaran bea masuk atas sejumlah produk ekspor Indonesia ke AS. Kita juga surplus perdangangan dengan AS yang nilainya milyaran dollar. Maka salah satu jalan keluarnya adalah membeli sejumlah alutsista buatan AS seperti F-16 Viper, C-130J Super Hercules, AH-64E Apache Guardian dan CH-47F Chinook.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.