BNPB berharap kerja sama seperti Gojek ini tidak hanya dilakukan oleh pihaknya tetapi sektor lintas. Hal tersebut tidak terlepas bahwa penanggulangan bencana melibatkan banyak sektor serta melibatkan multipihak. Salah satunya Lembaga usaha, seperti Gojek, terkadang memiliki kapasitas yang besar dan dibutuhkan untuk melengkapi kesenjangan dalam penanggulangan bencana.
Dalam peresmian kerja sama hari ini (19/2), Shinto menegaskan bahwa sejalan dengan DNA Gojek yang berfokus kepada perluasaan dampak sosial yang positif, kerja sama dengan BPNB, ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang Gojek sebagai perusahaan anak bangsa dan bagian dari masyarakat Indonesia.
“Kami sangat mendukung BNPB dan terus bersinergi dengan pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin waspada dan tangguh bencana,” kata Shinto
Selanjutnya, kerja sama akan dirinci lagi ke dalam perjanjian kerja sama (PKS) di antara unit teknis di lingkungan BNPB. Secara detail, pembahasan teknis lanjutan akan dilakukan oleh unit teknis BNPB dengan pihak Gojek.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gojek menyerahkan donasi sebesar Rp 1 milyar untuk membantu fase pemulihan pascabencana banjir yang melanda Jabodetabek pada awal 2020 lalu. Donasi tersebut berasal dari kebaikan hati puluhan ribu masyarakat Indonesia pengguna dan mitra ekosistem Gojek. Penggalangan dana untuk banjir Jabodetabek ini dilakukan dengan memanfaatkan platform GoGive, layanan donasi online Gojek dengan Kitabisa.com, sementara penyaluran donasi terkumpul akan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Tidak berhenti di situ, komitmen Gojek untuk ketangguhan bencana dipertegas melalui kerja sama yang tertuang di nota kesepahaman dengan BNPB, yang ditandatangani hari ini. /Lpt
Sumber Informasi : Agus Wibowo Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB.
Editor ; Eno
