Menurut Akhyar, peningkatan ini terjadi akibat gencarnya rapid test massal yang dilakukan pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang selama ini terlihat sehat ternyata positif terinfeksi Covid-19 setelah mengikuti rapid test tersebut. Di samping itu, jelas Akhyar, peningkatan juga tidak terlepas karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Diakuinya, penggunaan masker tidak membuat masyarakat nyaman namun hasil yang diperoleh dapat melindungi diri maupun orang lain dari tertular virus mematikan yang sampai saat ini belum diperoleh obat (vaksinnya) tersebut.
Dampak pademi Covid-19, jelas Akhyar, tidak hanya terhadap bidang kesehatan dan ekonomi saja, tetapi juga berimbas terhadap Pemko Medan. Akibat pandemi Covid-19, seluruh program perencanaan harus di-cancel. Kondisi itu terjadi kata Akhyar, akibat pendapatan jauh menurun sejak empat bulan belakangan (Maret sampai Juni) sejak pandemi Covid-19 menerpa Kota Medan. “Praktis selama 4 bulan bekalangan ini, Pemko Medan tidak ada pendapatan lagi. Pendapatan yang diperoleh hanya 10% dari perencanaan pendapatan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menyikapi itu, Akhyar mengajak semua untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Dia berharap tumbuh kesadaran dalam diri masyarakat sehingga muncul gerakan bersama untuk mengatasi virus corona. “Mari kita laksanakan semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, terutama penggunaan masker sehingga kita secepatnya dapat memasuki new normal,” harapnya.
Sebelumnya, Akhyar tiba di Gedung Serba Guna Yayasan Missi Gurdwara Medan dengan mengendarai sepeda dari kediamannya di Jalan Intertip, Kecamatan Medan Timur. Selain menjaga kebugaran, menggowes sepeda merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dalam kegiatan tersebut, Akhyar juga ikut rapid test serta meninjau masyarakat yang mengikuti rapid test.
Selain rapid test, Yayasan Missi Gurdwara Medan juga menggelar pengobatan gratis dan pembagian sembako, terutama kepada warga kurang mampu dan terimbas pandemi Covid-19. Tercatat, ada sekitar 200 warga sekitar yang mengikuti rapid test hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan tersebut. “Semoga dalam rapid test yang dilakukan ini, tidak ada masyarakat yang positif terinfeksi virus corona,” kata Ketua Panitia Bakti Sosial Rapid Test & Pengobatan Gratis Dr Billu Singh.
(M-01)
