Malthla’ul Anwar Sumut Tolak Reshuffle Menteri Agama

“Tapi ingat ya, perlu dicatat, dukungan ini bukan hanya karena satu ormas, tapi ini objektif, karena secara nalar pernyataan itu juga tidak dapat diterima karena terlalu tendensius, dan jatuh pada Suudzon.”
Lebih jauh, Taufiq juga menegaskan “agar berfikir dan bertindak proporsional” dalam merespon kemarahan presiden itu.

“Tak perlulah kita tuduhkan resfhufle menteri itu…ke menag, kita harus proporsional karena seperti yang sudah dijelaskan oleh pak Zainal, reshuffle itu hak preogratif Presiden, jadi jangan ada kesan mendikte presiden.” Tegas Taufiq.

Tentu sebagai elit ormas Islam, dalam sistem ketatanegaraan, kita hanya menilai apa yang tampak dari pernyataan Presiden. Secara positif, kemarahan presiden adalah permintaan kepala Negara agar para menterinya berkerja extra-ordinari di masa pandemic saat ini.

“Kemarahan itu kan agar para Menterinya bekerja lebih keras, tidak seperti biasa di masa normal, jadi ya itu saja, nggak usah jauh-jauh menilai, bahkan terkesan melampaui presiden jadinya.”pungkas Taufiq.

(M-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *