“Kepada Saudara saudaraku semua, kita jangan mau diadu domba dan dipecah,belah. Saat ini ada orang terus berusaha membenturkan masyarakat, seolah-olah dirinya terzolimi, dan disebar di media sosial. Kita pastikan kepada mereka, sebelum Tuhan murka kepadanya bahwa kita masyarakat Tapanuli Tengah tidak akan bisa diadu domba dan dipecah-belah dengan isu agama, isu suku, dan isu lain sebagainya. Saya suku Batak bukan suku Jawa, saya datang ketempat orang Jawa diladeni dengan baik, saudara datang kerumah saya, saya ladeni dengan baik. Saya salut dan bangga karena persatuan dan kesatuan masyarakat di Kelurahan Bajamas ini sungguh luar biasa,” harap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Infrastruktur jalan terus kita perbaiki dan termasuk infrastruktur jalan ke tempat wisata juga telah kita perbaiki, yang merupakan warisan dari Bupati sebelumnya. Jalan kami kerjakan kurang lebih 430 km, yang sudah kami kerjakan 230 km, tahun depan target kita 60 km, itu nanti sudah masuk Jalan Provinsi. Kita pastikan Jalan Provinsi sudah hotmix semua karena sudah ada perwakilan kita di DPRD Sumatera Utara, yakni abang saya Rahmansyah Sibarani,” beber Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.
“Kehadiran kami di Kecamatan Sirandorung ini juga memberikan bantuan sebanyak 15 ton beras kepada sebanyak 1.500 Kepala keluarga (KK) dengan ukuran 10 kg, dengan rincian yakni di Desa pardomuan sebanyak 450 Kepala Keluarga, Kelurahan Bajamas 600 Kepala Keluarga, Desa Mas Nauli 200 Kepala Keluarga dan untuk Desa lainnya gabungan Desa Muara ore, Sigodung, Desa Siodang, Desa Simpang Maruhur, Simpang 3 Laee bingke sebanyak 250 Kepala Keluarga. Bantuan ini murni bersumber dari bantuan saya pribadi, Wakil Bupati, Ketua, dan Anggota DPRD Tapteng, serta bantuan dari CSR perusahaan PT. Nauli Sawit dan dari PT. Trans Continent, bukan dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah,” tambah Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani mengakhiri.
Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani juga memberikan bantuan bedah rumah kepada 4 (empat) orang warga kurang mampu di Kelurahan Bajamas dengan masing-masing sebesar Rp. 35 juta, yang direncanakan akan dimulai pembangunannya selambat-lambatnya pada bulan September 2020 yang akan datang.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa, Dikan dalam laporannya meyampaikan tujuan pelaksanaan Kenduri Bersih Desa dan ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk penyampaian harapan kiranya daerah kita ini diberikan rejeki yang melimpah serta terbebas dari segala marabahaya dan malapetaka. Hal senada dan ucapan terima kasih disampaikan mewakili masyarakat dan Tokoh Masyarakat Jawa Kelurahan Bajamas Wiyono.
Turut hadir dalam acara itu, Pimpinan dan Anggota DPRD Tapteng, Pimpinan OPD Tapteng, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan para Sesepuh, Forkopimka Sirandorung, para Camat se Dapil 3, Lurah Bajamas, Masyarakat Bajamas dan Tamu Undangan lainnya.
(M-01)
