“Peran perempuan sangat penting dan krusial selain sebagai motor penggerak ekonomi nasional, selain sebagai pendukung proses distribusi, dapat pula menjadi ujung tombak proses pembuatan barang setengah jadi atau barang mentah menjadi barang yang layak jual dengan nilai ekonomis yang tinggi,” kata Menaker Ida.
Guna melihat efektivitas program ini, kata Menaker Ida, perlu peranan semua pihak untuk mewujudkan pembangunan kualitas manusia yang baik, terlebih keterlibatan peran pembangunan dapat menjadi motor penggerak baik di desa-desa maupun daerah perkotaan. Salah satunya adalah peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Sementara itu, Plt. Dirjen Binapenta & PKK, Aris Wahyudi, dalam laporannya menjelaskan bahwa program bantuan Tenaga kerja mandiri ini diberikan kepada lembaga komunitas perempuan d iwilayah Purbalingga yang terdampak covid 19 sekaligus silaturahmi kepada kelompok Fatayat NU.
Aris menambahkan, program ini nantinya akan menjadi stimulasi perekonomian bagi kelompok komunitas perempuan sejumlah 10 paket, di mana masing-masing paket terdiri dari 20 orang. Total kurang lebih 200 komunitas yang akan menerima bantuan ini.
Aris berharap, program ini dapat meningkatkan taraf perekonomian bagi kelompok penerima.
“Kami ingin mendorong pengusaha pemula dan mandiri dengan memfasilitasi pekerja perempuan yang terdampak Covid-19 agar berani berwirausaha yang pada akhirnya memperluas kesempatan kerja di pusat dan daerah,” kata Aris.
(M-01)
