Menkeu Sri Mulyani Ungkap Upaya Pemerintah Hindari Resesi Ekonomi

JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal kedua terkontraksi sebesar minus 5,32%. Maka, untuk menghindari resesi ekonomi, Pemerintah harus berupaya agar pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga bisa naik kembali. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi salah satu panelis dalam siaran acara TVRI dengan tajuk “Indonesia Maju”, pada Senin (17/08).

“Resesi itu artinya kalau minimal dua kuartal berturut-turut pertumbuhannya (ekonomi) secara year-on-year nya negatif. Kita sudah mengalami dikuartal kedua -5,32%. Jadi, kalau kita ingin kuartal ketiga tidak negatif, maka seluruh kontribusi dari pertumbuhan ekonomi harus diupayakan bisa tumbuh kembali,” kata Menkeu.

Menkeu menyatakan bahwa 2 (dua) variabel yang penting dalam menumbuhkan ekonomi di Indonesia adalah konsumsi dan investasi, karena kedua variabel tersebut mampu menyumbangkan hampir mendekati 90% dari keseluruhan ekonomi Indonesia. Maka, Menkeu menegaskan bahwa Pemerintah melalui belanja negara yang ada di dalam APBN akan terus berjuang untuk bisa menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan untuk bisa mengembalikan daya beli masyarakat agar konsumsi masyarakat bisa pulih kembali.

Selain itu, belanja negara juga akan digunakan untuk mengembalikan kepercayaan pada dunia usaha dan juga sektor perbankan, sehingga kredit usaha tetap berjalan dan dunia usaha masih bisa bergulir kembali.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *