JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Kementerian Kesehatan kampanyekan disiplin pakai masker di Gelora Bung Karno, Minggu (30/8). Kampanye tersebut sebagai ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk membiasakan diri memakai masker agar terhindar dari penularan COVID-19.
Penularan COVID-19 umumnya melalui droplet/cairan tubuh yang keluar dari hidung/ mulut seseorang yang telah terinfeksi, pada saat batuk ataupun bersin dimana droplet tersebut terhirup atau menempel pada suatu benda /permukaan atau tangan.
Memakai masker sangat penting sebagai upaya mencegah terjadinya penularan COVID-19, terutama ketika berada di kerumunan atau berdekatan seperti di pasar, stasiun, transportasi umum (misalnya bus) dan tempat-tempat umum lainnya. Masker dapat menghalau percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin sehingga dapat mengurangi penyebaran virus tersebut.
Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan upaya-upaya untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menerapkan perilaku sehat, yaitu Selalu Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak. Kementerian Kesehatan melakukan Kampanye perilaku sehat tersebut selama Agustus sampai November 2020.
Untuk kampanye Pakai Masker ini dilakukan mulai 10 Agustus – 6 September 2020, kemudian dilanjutkan dengan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada 7 September- 6 Okotober 2020. Kampanye Jaga Jarak dimulai 7 Oktober 6 November 2020. Kampanye tersebut juga dilakukan dinas kesehatan provinsi, UPT Kemenkes serta Poltekkes di seluruh Indonesia. Selanjutnya akan digaungkan tiga pesan tersebut pada November hingga akhir tahun 2020.
Gerakan pembagian masker sudah dilakukan sejak tanggal 25 hingga 30 Agustus 2020. Total masker yang dibagikan berjumlah 1 juta masker.
