Oleh: Agus Marwan
(Sekjend Forum Masyarakat Literasi Indonesia)
Sesungguhnya jauh sebelum Kihajar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta, Willem Iskandar pada tahun 1862 telah mendirikan Sekolah Guru (Kweekschool) di Tano Bato, Madina.
Siapa Willem Iskandar?
Willem lahir di tahun 1840 dan meninggal tahun 1876 adalah Tokoh Pendidikan dari daerah Mandailing Natal. Willem juga seorang pujangga bahasa yg menyair ttg pendidikan dan cinta kampung halaman.
Terlahir di sebuah kampung bernama Pidoli Lombang, Panyabungan, Madina. Dilahirkan dengan nama Sati Nasution gelar Sutan Iskandar. Nama Willem Iskandar muncul. Sesudah ia dibaptis tahun 1858. Willem mengawali pendidikannya di Sekolah Rendah di Panyabungan pada 1853-1855. Pada tahun 1857 ia berangkat ke Belanda bersama asisten residen Madina-Angkola Tuan Godon untuk melanjutkan sekolahnya.
Willem dapat beasiswa di Sekolah Guru, dan lulus tahun 1859. Setelah lulus ia pun kembali ke kampung halamannya. Di Madina atas persetujuan gubernur Jenderal ia mendirikan Sekolah Guru. Di tahun 1862 Sekolah itu sudah berdiri.
Pada tahun 1874 ia pergi melanjutkan pendidikannya ke Belanda utk mendapatkan ijazah Guru Kepala Sekolah. Dan Sekolah yang ia didikannya pun ditutup dan dipindahkan ke Padang Sidempuan.
Saat melanjutkan sekolahnya di Belanda, Willem terpaut hati dengan Maria Jacoba Christina Winter. Pada 27 Januari 1876, ia pun menikahi wanita itu. Usia pernikahannya hanya berusia 103 hari dan belum mempunyai keturunan. Pernikahan ini merupakan awal malapetaka bagi Willem. Karena dengan perkawinan ini justru Willem mengalami banyak masalah. Puncaknya pada 8 Mei 1876 ia pun bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri di Taman Vondel.
Sebelum bunuh diri, Willem telah menulis surat kepada Hekker. “Hidup ini sangat berat bagi saya, Kesedihan yg akhir2 ini saya tanggung membuat hidup saya tak lama lagi….. Dengan menarik pelatuk senjata api saya akan serahkan hidup ini kepada Tuhan”.








