Pihaknya melibatkan IDI dan PPNI untuk melakukan pemetaan siapa yang akan didahulukan mendapatkan vaksinasi, terutama para dokter dan perawat.
“Ini pengalaman kita juga, kemarin melakukan subsidi gaji juga sama kita memastikan data siapa yang dibantu, gaji di bawah Rp. 5 juta dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sama juga, saya rasa sudah hal yang seyogyanya kita lakukan kerja sama, sinergi data ini dengan IDI dan PPNI,” tandasnya.(JB01)
