JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Polemik ucapan Puan Maharani terkait masyarakat Sumbar berbuntut panjang. Selain banyak reaksi sejumlah tokoh yang menentang ucapan tersebut, bakal calon gubernur Sumbar Mulyadi yang semula diusung oleh PDI Perjuangan bersikap mengembalikan rekomendasi ke partai Banteng bermoncong putih tersebut.
Bagaimana sikap PDI Perjuangan terkait pengembalian rekom tersebut, berikut rilis sebagaimana yang disampaikan Hasto Kristiyanto Sekjend DPP PDI Perjuangan:
1). PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih kepada Mulyadi yang telah mengembalikan Rekom ke Partai. “Sejak awal saya sudah menduga bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin, sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi. Padahal apa yang disampaikan oleh Mbak Puan merupakan suatu harapan agar Sumatera Barat jauh lebih baik sebagaimana sejarah telah mencatat dalam tinta emas, kepeloporan para pahlawan Sumbar seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Rohana Kudus, HR Rasuna Said, Moh Natsir, Tan Malaka dll. Beliau para tokoh tsb adalah para pejuang bangsa, sosok pembelajar yang baik, dan menjadi keteladanan seluruh kader Partai”.
2). Sikap Mulyadi terebut sangat dipahami, karena politik kekuasaan bagi yang tidak kokoh dalam prinsip, hanya menjadi ajang popularitas. “Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu harus kokoh dan sekuat batu karang ketika menghadapi terjangan ombak, terlebih ketika sudah menyangkut Pancasila”
3). Komitmen PDI Perjuangan terhadap Pancasila dan kemajuan Sumbar tidak pernah surut, meski 10 tahun terakhir nampak ada sesuatu yang berbeda. “Meski Pak Jokowi dan PDI Perjuangan kalah pada Pemilu 2014 dan 2019, kami tetap selalu mendorong Pak Jokowi untuk sering ke Sumbar, dan membangun Sumbar tanpa kecuali. Apakah masyarakat Sumbar akan berterima kasih? Itu nomor kesekian. Yang penting, sikap Partai terhadap Sumbar tidak berubah karena provinsi tsb memiliki sumbangsih terhadap kepeloporan kemerdekaan Indonesia yang luar biasa. Jadi wajib hukumnya bagi Pak Jokowi dan kader PDIP dukung kemajuan Sumbar, baik ada dukungan maupun tidak!!”








