Presiden Joko Widodo meminta jajaran TNI-Polri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersikap netral dan tak memihak bakal calon kepala daerah tertentu.
Presiden juga meminta para penyelenggara pemilu tak memberi ruang bagi kandidat yang menggunakan narasi yang mengadu domba dengan membawa politik SARA lantaran dapat memunculkan perpecahan.
“Harus ada ketegasan jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan, ini yang harus dicegah,” tutur Jokowi.
“Kita mendorong para calon beradu program, kontestasi gagasan, beradu kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah dan kita juga harus mendorong masyarakat mempelajari track record calon agar daerah memperoleh pemimpin yang baik, pemimpin terbaik,” pungkas Presiden.(JB01)
