Iklim Investasi Membaik, Ratusan Perusahaan Asing Relokasi Pabriknya Ke Indonesia

MEDAN – LIPUTAN68.com – Pandemi Covid-19 dan perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS) berpotensi membawa berkah bagi investasi di Indonesia. Ratusan pabrik milik investor asing yang ada di China misalnya, menyatakan minatnya untuk merelokasi pabrik mereka ke Indonesia.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti dan kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), mengkonfirmasi jika sudah ada lebih dari 140 perusahaan yang akan memindahkan bisnisnya ke Tanah Air. Sebagai catatan, pada akhir tahun lalu seperti dilaporkan DDTC, ada 59 investor asing yang merelokasi pabrik mereka dari China ke Jawa Tengah.

Berbagai perusahaan itu di antaranya bergerak di bidang otomotif dan turunannya, pergudangan atau logistik, serta pusat data. Untuk menangkap peluang itu, perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 400 hektare di kawasan industri miliknya.

Faktor lain yang melatarbelakangi sejumlah investor itu berniat merelokasi pabriknya ke Indonesia, dikarenakan pasar Indonesia yang atraktif dan dinamis. Lain itu juga soal kemudahan berinvestasi yang disediakan pemerintah serta iklim investasi yang baik.

Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap untuk memfasilitasi sejumlah investor yang hendak merelokasi pabriknya dari luar negeri. Wakil Kepala BKPM, Ikmal Lukman, menyebut ada sekitar 119 perusahaan asing yang berpotensi memindahkan pabriknya ke Indonesia.

“Dari 119 asing perusahaan yang berpotensi relokasi ke Indonesia, 59 di antaranya berasal dari Taiwan,” kata Ikmal.

Berdasarkan proyeksi BKPM, dari total 119 perusahaan tersebut, potensi nilai investasi yang dapat diterima Indonesia mencapai 41,39 miliar dolar AS atau sekitar Rp608 triliun. Potensi tenaga kerja yang bakal terserap mencapai 162.000 jiwa.

Khusus Taiwan, BKPM mencatat investasi negara tersebut ke Indonesia sepanjang periode April-Juni 2020 (Q2 2020) mencapai 77,3 juta dolar AS atau Rp1,3 triliun, naik dua kali lipat dari kuartal sebelumnya (Q1 2020) yang sebesar 34,3 juta dolar AS atau Rp 503,86 miliar. Peningkatan ini terjadi karena adanya pemindahan beberapa pabrik dari China ke Indonesia.

BKPM juga tengah bersiap mendukung investor dari Jerman dan negara Eropa lainnya yang berencana merelokasi pabrik-pabrik mereka dari berbagai negara ke Indonesia.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *