Bicara Pelayanan Publik Di Kota Medan, Bobby Ingin Bangun Mal Pelayanan Publik

Dikutip dari: sumutpos.co

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbicara tentang pelayanan publik, warga Kota Medan sangat merindukan wujud pelayanan publik yang terpadu dan tidak berbelit-belit. Istilah ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’ harus kita ubah menjadi ‘kalau bisa cepat kenapa harus lambat dan berbelit’.

Fachruddin, salah seorang warga Medan menuturkan, pelayanan publik seringkali terabaikan. Padahal, wujud nyata dari pelayanan publik sangat mempengaruhi iklim usaha di suatu daerah.

“Kalau untuk urus KTP, KK atau perizinan lainnya lambat dan bertele-tele, akan mempengaruhi aktivitas masyarakatnya. Padahal, pelayanan publik yang paling dasar ini menjadi langkah awal untuk pengurusan berkas lainnya dan pengurusan ijin-ijin lainnya,” ujar Fachruddin Selasa (29/9).

Menyikapi masalah pelayanan publik ini, dalam sebuah kesempatan, calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution yang akrab disapa Bobby Nasution menyampaikan, bahwa salah satu programnya ke depan jika terpilih menjadi Wali Kota Medan adalah mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat.

Dari hasil studi bandingnya ke beberapa daerah di Indonesia, pelayanan publik menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan terhindar dari calo. Bobby mengaku sudah belajar ke sejumlah daerah di Indonesia, untuk memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat.

Ia ingin pelayanan pengurusan administrasi kependudukan di Medan dilaksanakan dengan baik. “Saya pernah ke Banyuwangi, ke Semarang kita belajar ke Surabaya. Di situ ada satu pelayanan luar biasa, ada Mal Pelayanan Publik. Kita masuk, enggak bawa KTP. Tapi, keluar mal bawa KTP. Itu yang ingin diciptakan, mudah-mudahan bisa kita wujudkan di Kota Medan,” kata Bobby.

Pelayanan publik akan berjalan dengan baik, lanjut Bobby jika disertai dengan birokrasi yang bersih. Kalau tidak, program yang bagus tidak berjalan baik dan maksimal.

“Hal pertama yang perlu kami lakukan adalah pembersihan birokrasi, niatnya itu harus bersih untuk membangun Kota Medan,” kata Suami Kahiyang Ayu.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *