Mas Gibran Rakabuming Raka Dalam Budaya Jawa Gagrag Surakarta

Saka wilangan tetelu

Telas tilasing janma

Aji godhong jati aking

Temah papa papariman ngulandara.

Priyayi Solo menghayati benar makna pentingnya wirya arta winasis. Hal ini sebagai cara untuk meningkatkan kualitas kerja dan produktifitas karya. Pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan kesejahteraan. Keluarga mas Gibran memahami benar etos kerja serta semangat berkreatifitas. Orang hidup sudah sepatutnya mempunyai ketrampilan, kepandaian, dan kekayaan. Dengan harapan dirinya akan diperhitungkan dalam pergaulan. Dengan belajar dan bekerja tekun seseorang akan dihormati.

Wirya arta winasis, ketiganya berfungsi sosial, yakni memayu hayuning bawana, mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Amemangun karyenak tyasing sesama. Antar sesama hidup perlu kerja sama dan gotong royong yang saling menguntungkan. Welas asih marang sapadha-padha.

Dasar-dasar kebudayaan dihayati benar oleh Mas Gibran Rakabuming Raka. Beliau selalu ingat wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga lewat cerita pedalangan. Pemimpin harus menjunjung tinggi etika ber budi bawa laksana. Maknanya seorang pemimpin hendaknya dekat dengan rakyat, mau sambang sambung, sawang srawung, tulung tinulung. Di depan rakyat jangan sampai adigang adigung adiguna. Keteladanan dari Joko Widodo dengan sikap andhap asor wani ngalah luhur wekasane.

Cakepan waranggana sering mengumandangkan ungkapan titenana wong cidra mangsa langgenga, yang mengisyaratkan supaya manusia punya loyalitas dan dedikasi. Sikap rendah hati gagrag Solo sudah mengakar kuat di hati sanubari masyarakat. Setiap ada acara macapatan, kerap terdengar lantunan tembang mijil. Isinya tentang sopan santun tata krama.

Mijil

Dedalane guna lawan sekti

kudu andhap asor

wani ngalah luhur wekasane

tumungkula yen dipun dukani

bapang den simpangi

ana catur mungkur.

Kepemimpinan yang humanis kultural itu sudah dilaksanakan oleh Ir. H. Joko Widodo. Mas Gibran tinggal melanjutkan dengan penuh kehati-hatian. Baik kiranya menggunakan ajaran trilogi berikut. Rumangsa melu handarbeni, rumangsa wajib hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani.

Dibangunnya infrastruktur di seluruh pelosok tanah air adalah karya nyata. Ir.H. Joko Widodo bertekad kuat untuk melakukan pemerataan hasil-hasil pembangunan. Mas Gibran mempunyai kewajiban meneruskan perjuangan luhur sang ayah. Mendhem jero mikul dhuwur, dengan tiada kenal lelah mengabdi pada ibu pertiwi.

Surakarta, Jakarta Indonesia adalah jalur pengabdian. Dari Surakarta tingkah laku pemimpin disaksikan gunung Lawu, gunung Kendheng, gunung Merapi, gunung Merbabu dan gunung Sewu. Air mengalir dari umbul Cokro dan umbul Pengging bertemu di Kali Larangan. Bersama-sama mengalir ke kota Solo dan bergabung di Bengawan Solo. Tepat sekali komponis besar, Gesang yang telah dikenal di seluruh dunia.

Bengawan Solo

Bengawan Solo, riwayatmu ini,

sedari dulu jadi perhatian insani

musim kemarau, tak brapa airmu

di musim hujan air meluap sampai jauh.

Mata airmu dari Solo terkurung gunung Seribu

Air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut.

Itu perahu riwayatnya dulu

Kaum dagang selalu naik itu perahu.

Bengawan Solo menampung aliran air dari 20 kabupaten. Panjangnya melampaui wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dulu berguna untuk alat transportasi. Para pedagang hilir mudik. Berbahagialah warga Solo yang memiliki sumber mata air yang jernih. Kejernihan air yang mengalir di Solo selaras dengan keplek ilat atau wisata kuliner. Mas Gibran turun ke lapangan demi mewujudkan Solo sebagai pusatnya wisata kuliner. Semangat untuk mengembangkan wisata kuliner ini berarti juga mengembangkan mutu industri ekonomi kretif.

Peluang usaha dilakukan dengan sangat tepat dan cepat oleh mas Gibran, demi berputarnya roda perekonomian. Pusat perekonomian di kota Solo setiap saat berkembang pesat. Perdaganan, pertanian, perkebunan, kerajinan, berlangsung terus menerus. Pagi siang sore malam kota Solo selalu sibuk beraktifitas, sesuai dengan ungkapan estetis tembang Solo Berseri : bersih sehat rapi indah.

Solo Berseri

Berseri berseri bersih sehat rapi indah

Pancen nyata pra kanca kanggo srana

Mujudake Surakarta kutha budaya

Pariwisata lan olah raga

Wus misuwur sedulur njaban rangkah

Wus genah ngondhangake kutha Sala tanpa nendra

Dadya budayane bangsa mrih kuncara

Berseri berseri bersih sehat rapi indah

Mas Gibran Rakabuming Raka kerap mendengar kumandangnya lelagon Solo Berseri : bersih sehat rapi indah. Kota Surakarta terkenal sebagai pusat budaya Jawa. Di sana tersedia berbagai macam produk seni dan kerajinan. Cocok untuk tujuan wisata. Surakarta harus dijaga kelestariannya demi menjaga kualitas kebudayaan. Berseri merupakan singkatan bersih sehat rapi indah. Penduduk timur kali Opak memiliki orientasi spiritual kota Surakarta. Kita jaga supaya Surakarta tetap menjadi sumber budaya. Bengawan Solo yang mengalir jauh menjadi tanda jauh dan luasnya pengaruh keagungan budaya gagrag Surakarta.

Pasar Gedhe, Pasar Klewer, Pasar Legi menjadi kawah candradimuka bagi Mas Gibran Rakabuming Raka. Dari tempat yang dekat Mas Gibran belajar dan menerapkan konsep ekonomi kerakyatan. Lamat-lamat Mas Gibran sering meresapi janturan wayang purwa secara tulus. Janturan pedalangan ini dijadikan mas Gibran Rakabuming Raka untuk mengabdi pada nusa dan bangsa agar terwujud, negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

(M-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *