Mbak Selvi Ananda Gibran Rakabuming Teladan Wanita Pengabdi
Oleh : Dr Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA – HP. 087864404347)
A. Selalu Gemi Nastiti Ngati-ati
Nama lengkapnya Selvi Ananda Putri. Lahir di kota Surakarta pada tanggal 9 Januari 1989. Ayahnya bernama Didit Supriyadi. Ibunya bernama Sri Partini. Lulus raharja nir ing sambikala. Hidupnya tenang mengalir, sesuai dengan kodrat alam.
Tumbuh dan besar di kota Surakarta, Mbak Selvi Ananda tentu selalu bersinggungan dengan perjalanan sejarah budaya. Surakarta berasal dari dua kata, yaitu sura dan karta. Kata sura berarti berani, bertekad, sungguh- sungguh, serius, yakin, tumemen, tenanan. Karta berarti kerja, karya, gawe, aktif, berbuat, berusaha. Hidup di Solo atau Surakarta mendapat anjuran untuk berani bekerja keras demi esok yang lebih baik.
Siang malam kota Solo tiada pernah henti. Kegiatan masyarakat silih berganti. Kerja, usaha, kreasi produksi memutar roda ekonomi. Seluruh penjuru kota tampak sibuk. Benar-benar tanpa nendra. Demikian pula etos kerja Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini. Keduanya membuka bisnis ayam goreng. Demi berbakti pada orang tua, Mbak Selvi Ananda rajin membantu berjualan. Urip kudu wani nglakoni.
Pak Didit Supriyadi selaku priyayi sepuh senantiasa memberi uwur sembur tutur. Sebagai bekal kehidupan bagi Mbak Selvi Ananda Putri. Masyarakat Jawi mempunyai ajaran keputren yang diwariskan turun temurun. Agar seorang wanita bisa genah genep jangkep.
Dhandhanggula wulang bale wisma
Gampang ewuh wong wadon akrami.
lamun gampang. luwih saking gampang yen angel. luwih angelelire tyasireng kakung mring garwane yayi. tan keni dinuga ing wardaya. gampang ewuhipun. Lamun nuju tyase gampang. kinaryaa samya dolanan lir cilik. mring garwa nut kewala.
Lamun nuju angel nora keni. tinambak ing brana miwah warna. rinobana upamane. mas retna busana gung. mengo kaya ndulu karikil.
garwanya yu katingal. lengus bengus- bengus
kena pisan. Luput pisan tyasing priya. yen wus putung ora keni. rinapu sangsayewa.
Tafsir dan makna ajarannya perlu diresapi oleh warga Solo. Pernikahan perlu bekal cukup. Kedua pengantin akan menempuh hidup baru. Tentu banyak cobaan, ujian dan rintangan. Maka kedua mempelai sebaiknya belajar tentang seluk beluk hidup berumah tangga. Mudah -mudahan menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Mereka menempuh hidup bebrayan yang guyup rukun,
Pitutur kasepuhan memang dihayati oleh pasangan Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini. Mereka sepakat mendidik Mbak Selvi Ananda sebagai putri sejati, sebagaimana cita-cita Raden Ajeng Kartini. Mbak Selvi Ananda bisa meniru Woro Srikandhi, tokoh wayang yang cekatan, trampil, lincah, pintar, setia, mrantasi sabarang gawe. Woro Srikandi sapu kawat taman Madugondo.
Wanita sewajarnya dapat tampil gandhes luwes dhemes kewes dalam segala cuaca. Keluarga beres, kemasyarakatan sukses. Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini sudah praktek dengan bener dan pener. Sedapat-dapatnya orang mesti ngangsu sesorah, wewarah kang ngarah-arah.
Para pujangga sudah memberi pengarahan buat sekalian wanita. Kebetulan radio dan televisi lokal di Solo sering mbabar kawruh kejawen. Pelajaran ngelmu kasepuhan itu dijadikan Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini untuk mendidik mbak Selvi Ananda, supaya ngerti kabecikan.
Ajaran wulang putri dalam budaya Jawa ditulis dengan metrum tembang macapat. Sambil leyeh-leyeh, berkumandangnya lelagon macapat itu berguna untuk mengasah ketajaman batin. Konsep learning by playing tepat buat mewadahi ajaran tembang panglipur.
Anglur salur kentaring ranu mranani. Narajang marjaya. ing jajantung lir jinuwung. jinjanging nala kataman
amrawasa ing driya mamriha dadi. dadia tuladha. Tuladhane janma wingit
didimen aywa anggagar
lir puspita kataman ing pamelas sih.
sarine tan megar
tangeh pentile. andadi dumadi kena sangsara.
saranane birating ama langkung writ.
wit saking wiwitan.
wiwitane tan dhinangir. dhangire ujar utama
utamane leketa janma. kang luwih
tur luwih utama.
utameng janma dumadi. dadi unggul salaminya
Tafsir dan makna ajaran tembang ini populer di wilayah Surakarta. Ajaran tembang di atas ditujukan kepada kaum putri. Agar tingkah lakunya mendapat keutamaan. Seorang perempuan sudah selayaknya melancarkan tata laksana rumah tangga dan mendidik anaknya untuk menjadi generasi yang baik.
Pekerjaan apa saja perlu dilaksanakan dengan tumemen, sregep, pethel, tegen, wekel dan penuh pangati. Pak Didit Supriyadi dan Sri Partini mengajak Mbak Selvi Ananda untuk menekuni usaha ayam goreng yang sudah dirintis. Semua jenis usaha akan mendatangkan keuntungan, kemandirian dan kehormatan.
Tembang kinanthi yang berkumandang dari corong RRI Surakarta menyejukkan hati. Sambil wedangan di warung hiik, wong Solo menikmati dengan santai. Wulangan tentang rajin bekerja, tekun berusaha dianjurkan betul. Orang tak baik bermalas-malasan. Kerja yang aktif produktif pasti membawa suasana kreatif.
Begitu pula Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini turut menghayati wedharan leluhur. Kemakmuran masyarakat bisa terwujud dengan usaha kerja keras. Kota Solo yang terkenal sebagai pusat kuliner membuktikan korelasi usaha berbagai bidang. Makan enak tidur nyenyak berkat usaha tekun, iguh pratikel serta obahing gawe.
Kinanthi
Dene wulang kang dumunung.
pasuwitan jalu estri.
lamun sregep watekira. tan karya gela kang nuding.
jalaran duka sayekti.
Tegen iku watekipun.
akarya leganing gusti. wekel marganing pitaya. dene kang pangati- ati. angedohken kaluputan. iku marganing lestari.
Penghayatan atas wulang wuruk keputren meresap di hati sanubari masyarakat. Melalui tembang kinanthi di atas, ajaran luhur mudah diterima oleh kalangan orang pedesaan. Ajaran yang telah berakar kuat itu juga berpengaruh pada diri Pak Didit Supriyadi dan Bu Sri Partini. Dari sinilah Mbak Selvi Ananda Putri diarahkan agar selalu gemi nastiti ngati-ati.
B. Menempati Drajading Kawanitan
Lingkungan sosial budaya kota Surakarta membentuk mbak Selvi Ananda untuk memahami nilai kearifan lokal. Lingkungan keluarga telah membentuk kepribadian yang mandiri. Lingkungan pendidikan formal membentuk pada cara berpikir logis sistematis.
Pada masa remaja Mbak Selvi Ananda bersekolah di SMA Negeri I Surakarta. Lalu dilanjutkan kuliah di STIE AUB Surakarta jurusan Akuntansi. Dengan berbekal tekad kuat keinginan luhur, proses pendidikan dijalani dengan gancar lancar.
Perkuliahan ditempuh dengan prestasi cemerlang. Tumuju marang kamulyan dalane ora alus. Akeh sandhungane, gedhe godha rencanane. Nanging sapa temen bakal tinemu. Waton gembleng tekade, nyawiji pambudi dayane. Linambaran sabar tawakal. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Harapan orang tua diwujudkan oleh Mbak Selvi Ananda Putri. Kerja di Bank Panin dilakukan dengan sepenuh hati. Tertib dan disiplin dijunjung tinggi. Atasan dan rekan kerja kompak saling mendukung. Ketrampilan, pengetahuan serta kepribadian yang tangguh meningkatkan produktivitas.
Di sela-sela itu pula Mbak Selvi masih sempat menjadi presenter di perusahaan televisi lokal Solo. Tugasnya sebagai pembawa acara. Kegiatan ini didukung penuh oleh sang kakak, yaitu Mbak Dita Andini Purbowo. Kakak beradik bersatu padu melangkah untuk maju.
Pada tahun 2009 Mbak Selvi Ananda terpilih sebagai pemenang Putri Solo. Prestasi gemilang diperoleh melalui jalan yang amat panjang. Status sebagai Putri Solo, lantas mendapat tugas duta wisata untuk rute Solo Singapura. Karier yang bagus diperjuangkan dengan kepintaran dan kepribadian paripurna. Sebuah keteladanan yang mengandung banyak pelajaran.
Penyanyi legendaris Sundari Soekotjo amat tepat memberi deskripsi tentang Putri Solo. Lagu gagrag keroncong ini amat terkenal diseantero Nusantara. Cocok benar untuk melukiskan Mbak Selvi Ananda yang menyandang status Putri Solo. Mari kita simak bersama alunan syair.
Putri Solo
Putri Solo ayune kepara nyata.
pancen pinter alelewa. dhasar putri Solo nganggo selendhang pelangi.
sumampir ana pundhak. cundhuke kembang melathi.
dadi lan pantese.
Melakune kaya macan luwe. sandhal jepit penganggone.
kiyet kiyet swarane.
kelap kelip ya suwenge. dhasar putri Solo.
Putri Solo yen ngguyu dekik pipine.
ireng manis kulitane.
dhasar putri Solo.
Ujare para winasis. Siji garise pesthi, loro temune jodho, telu tumurune wahyu, papat mundhake pangkat, lima tibane nugraha. Telah tiba saatnya Mbak Selvi Ananda Putri bertemu jodoh.
Pada tanggal 11 Juni 2015 Mbak Selvi Ananda Putri menikah dengan Mas Gibran Rakabuming Raka. Pasangan bapak Didit Supriyadi – Sri Partini resmi berbesanan dengan pasangan bapak Joko Widodo – Iriana. Dengan selamat sentosa, mbak Selvi mas Gibran menjalankan biduk rumah tangga.
Kapiyarsi kidung amurwani. Minangka sasmita. Tumapak ing adicara panggih. Manten putri mijil saking panti.Tan pantara lami. Nenggih dhaupipun.
Sri Temanten wus jajar sumandhing.
Sinongsongan puspa
Dewandaru sajuga arane. Wijayandaru ingkang sawiji.
Jinurung pepuji.
Pra tamu sadarum.
Wus tinepak kang antiga yekti.
Minangka pasemon.
Sri temanten wus pecah pamore.
Katon sumunar prabane yekti.
Nedya amurwani.
Mangun brayatipun.
Winijikan sekar setaman sri
Dadya pralampita
Wus rinuwat sagung sukertane
Temah lulus rahayu lestari. Mandhireng pribadi. Lir narendra agung.
Pinaringan toya wening yekti
Amengku suraos
Sri temanten wening panggalihe. Aywa nganti tumindak tan yekti. Minta sihing Widhi. Yen lagi kalimput.
Tafsir dan makna ajaran tembang amat dalam.
Ajaran tembang ini berkaitan dengan acara mantenan di daerah Solo raya. Pitutur luhur tentang soal rumah tangga, agar suami istri rukun. Pengantin harus mewujudkan keluarga yang tentram damai. Rumah tangga yang kuat menjadikan negara makin kokoh.
Kawasan antara gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Sewu, Kendheng peduli ular ular manten. Nasihat penganten yang termuat dalam tembang diperhatikan betul oleh Mbak Selvi Ananda dan Mas Gibran Rakabuming Raka. Ternyata leluhur Jawa sejak jaman dulu telah memiliki peradaban yang halus mulus. Pitutur luhur sangat cocok untuk pasangan temanten.
Kebahagiaan itu telah datang pada tanggal 10 Maret 2016. Mbak Selvi Ananda melahirkan seorang bayi tampan yang diberi nama Jan Ethes Srinarendra. Nama yang amat bagus ini berarti kesehatan sejati bagi sang raja. Jan berarti benar. Ethes berarti lincah sehat. Srinarendra berarti raja yang memerintah dengan bijaksana.
Gembira amarwata suta, Pak Jokowi dan Bu Iriana beja kemayangan. Ibarat sedang kebanjiran segara madu, kejugrugan gunung sari. Jan Ethes Srinarendra kemana-mana menemani Pak Jokowi. Benar-benar menjadi cucu kesayangan. Jan Ethes ngaturi eyang kakung dengan sebutan Mbah Wi. Dunia menjadi sejuk, segar, damai begitu melihat hubungan sang kakek dengan cucu.
Keluarga Mbak Selvi Ananda dan Mas Gibran Rakabuming Raka bertambah bahagia sejahtera. Pada tanggal 15 November 2019 telah lahir bayi perempuan yang amat cantik jelita. Namanya La Lembah Manah. Bagaimana arti nama indah ini ? La itu termasuk kata penekanan yang merujuk rasa kagum. Lembah berarti andhap asor, rendah hati, sopan santun, tata krama. Manah berarti hati yang suci, pikiran yang bersih.
Jangkep jangkane jaman, lengkap sudah biduk bahtera rumah tangga yang dibina oleh Mbak Selvi Ananda Putri dengan Mas Gibran Rakabuming Raka. Kelahiran Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah merupakan hiburan Pak Joko Widodo, Bu Iriana, Bu Sri Partini, Mbak Kahiyang Ayu, mas Bobby Nasution dan mas Kaesang Pengarep.
Mbak Selvi Ananda Putri benar-benar telah menempati drajating wanita. Putri Solo ini berbakti pada keluarga Mas Gibran Rakabuming Raka di kota Surakarta. Sedaya sami basuki lestari, sembada kang sinedya, jumbuh kang ginayuh.
(M-01)

Tinggalkan Balasan