Pada beberapa bagian, permukaan jembatan tak seluruhnya tertutup kayu. Bagian yang memiliki celah rentan membuat kaki tersandung atau ban sepeda motor tersangkut. “Saya dari lahir sudah di sini, saya lahir tahun 1968 jembatan ini sudah ada. Sudah lama ini jembatan nya,” ujar Iwan, seorang warga yang tengah beraktivitas di bawah jembatan, Sabtu (17/10/2020).
Dikatakannya, perbaikan terakhir jembatan ini dilakukan sekitar 10 tahun yang lalu saat musim Pemilu. “Ada waktu itu, kayaknya sepuluh tahun lalu pas musim Pemilu itu ada yang kasih kayu. Jadi ya disusun di sini untuk atas nya ini,” katanya.
Iwan mengaku, kondisi jembatan sudah memprihatinkan. Namun hingga saat ini belum ada usaha perbaikan jembatan. “Sudah seperti ini kondisinya, tapi belum pernah diperbaiki lagi ini. Kalau bisa diperbaiki lah karena ini cuma satu di sini, selain jembatan Juanda, Avros, sama Johor sana,” tuturnya.
Seorang warga lainnya, Ahmad mengatakan bahwa jembatan sering digunakan warga sekitar untuk menuju kawasan Polonia. “Ya banyak juga yang lewat karena ini kan tembus nya ke Polonia, kalau ke kiri ke Titi Papan,” tuturnya.
Ahmad juga berharap pemerintah melakukan perbaikan di jembatan sebelum kerusakan bertambah parah. “Kalau tidak diperbaiki bisa semakin parah. Kalau bisa segera diperbaiki lah, takutnya nanti ada kecelakaan atau ada yang jatuh kan berbahaya,” tutupnya.(cr14/tribun-medan.com)
