Pengunjung Keluhkan Fasilitas Taman Kota Medan Dikuasai Gelendangan Pengemis
Dikutip dari: medan.tribunnews.com
TRIBUN-MEDAN.com – Taman Kota atau Ruang Terbuka Hijau yang terletak di Kota Medan merupakan tempat yang terbuka untuk berbagai aktivitas publik.
Mulai dari rekreasi hingga kegiatan kelompok atau komunitas lainnya. Namun, lokasi taman kota tidak dipungkiri menjadi tempat para gelandang dan pengemis (Gepeng). Hal ini dikeluhkan oleh beberapa pengunjung di Taman Ahmad Yani Medan, Riska.
Ia mengatakan fasilitas musala dan kamar mandi di taman menjadi tidak nyaman karena dijadikan tempat tidur gelandangan. “Tadi waktu mau salat ada gelandangan yang tidur di dalam (musala) jadi terganggu. Beberapa kali saya sering lihat juga toilet dijadikan tempat mandi atau mencuci para gepeng,” ujarnya.
Hal serupa juga terjadi di Lapangan Merdeka Medan. Seorang pengunjung, Rovi menuturkan bahwa tak jarang dia kesulitan untuk menggunakan fasilitas kamar mandi dan pendopo karena banyaknya preman ataupun gelandangan.
“Kadang pas mau ke kamar mandi lama sekali menunggu nya, rupanya ada yang mandi di dalam. Di pendopo lapangan Merdeka ini juga banyak gelandangan yang sering nongkrong di situ, jadi merasa tidak aman,” ungkap nya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis mengatakan untuk pengamanan gelandangan dan pengemis pihaknya telah mendirikan beberapa posko di taman kota.
“Posko gelandangan dan pengemis sudah ada kita buat di beberapa taman kota, seperti di taman beringin itu sudah ada,” ujar Endar saat dihubungi Tribun Medan, Senin (19/10/2020).
Dikatakan nya, pihaknya juga melakukan penertiban di beberapa titik lampu merah di Medan. Namun, untuk posko pengamanan di jalan ini tidak memiliki tenda seperti yang berada di taman kota.
“Di beberapa titik lampu merah juga sudah ada penertiban tapi tidak menggunakan tenda khusus. Penertiban dilakukan di hari kerja, kecuali hari Minggu atau tanggal merah,” katanya.
Terkait keluhan mengenai keberadaan Gepeng di taman kota, Endar mengatakan akan melakukan penertiban lebih lanjut. “Nanti kita coba cek ke lapangan jika ada laporan yang masuk seperti itu,” tutupnya. (cr14/tribun-medan.com)

Tinggalkan Balasan