Menurut Luhut, investasi rumah sakit internasional ini tidak hanya bertujuan agar masyarakat tidak perlu berobat lagi ke luar negeri. Tetapi, dibukanya rumah sakit asing ini juga diharapkan dapat mendorong alih teknologi, serta kualitas dokter dan tenaga kesehatan Indonesia pun bisa ditingkatkan.
“Jadi kita persilakan saja sehingga Indonesia itu masuk kepada satu era yang betul-betul maju ke depan,” lanjutnya.
Menurut Luhut, setiap tahun devisa negara yang ke luar negeri mencapai 6 hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun untuk berobat hingga berwisata. Namun selama pandemic ini masyarakat dapat bertahan dan tidak bepergian ke luar negeri dalam waktu lama.
“Kalau teman-teman melihat, selama 7 bulan kita tidak pergi ke luar negeri ya ternyata kita juga survive kok,” ucapnya. Sebelumnya, Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan bagi dokter asing untuk bisa beroperasi di rumah sakit internasional yang akan dibangun. Caranya, dengan memberikan visa khusus kepada mereka supaya proses administrasi yang diperlukan untuk masuk ke Indonesia bisa lebih mudah dan cepat.(1-M)
