JAKARTA – LIPUTAN68.com – Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pandemi membuat sektor pariwisata sangat terpuruk. Tidak mau larut dalam kondisi ini, berbagai upaya dilakukan demi untuk mengembalikan geliat pariwisata dalam negeri yang berorientasi pada penerapan protokol kesehatan.
Menurut Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nandang Prihadi, masa pemulihan pariwisata ini dinilai sebagai momen yang tepat untuk mengembangkan wisata berkelanjutan yang berpihak pada alam.
“Pengembangannya saat ini sudah sampai pada reaktivitasi wisata alam,” katanya dalam webinar dengan tema “Wanita Indonesia dalam Pemulihan Pariwisata Indonesia 2021 yang Berorientasi Global,” di Jakarta.

Tren wisata dalam masa adaptasi kebiasaan baru akan berorientasi pada penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSES), fokus pada wisata domestik, dan pariwisata non-massal. Bercermin dari itu, pihaknya menerapkan tiga langkah strategis dalam pengembangan wisata berkelanjutan sebagai masa depan pariwisata Indonesia.
Pertama, komunitas berbasis ekowisata. “Masyarakat juga dilibatkan dalam penawaran paket wisata. Jadi, ada agenda yang melibatkan masyarakat setempat,” ucap Nandang
Yang kedua, komoditas. Diversifikasi produk wisata dan non-wisata pun terus didorong. Tanpa melupakan edukasi praktik ekowisata yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan wisata yang berkelanjutan.
