Dalam 3 tahun ke depan, lanjutnya, Dana APBD Sumut, APBD Kota Medan, APBN, bahkan corporate social responsibility (CSR) di Kota Medan, bakal mendukung realisasi program penataan kawasan utara Kota Medan tersebut.
“Ini harus jadi. Bagian utara Medan mesti menjadi wisata bahari dan wisata budaya. Dana yang dibutuhkan Rp4 triliun. Pasti bisa kalau kita semua bergandengan tangan. Pada 1 Januari 2021 harus dimulai,” tegas Edy optimistis.
Adapun percontohan atau role model penataan kawasan utara Kota Medan ini, coba diadopsi Edy dari kawasan Pelabuhan Tanjungperak, Provinsi Jawa Timur. “Tanjungperak kenapa bisa, Sumut tidak? Gubernurnya perempuan lagi. Ini aku laki-laki, masa tak bisa,” cetusnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan, rencana pembangunan ada di beberapa tempat. Di antaranya seperti Belawan, Pulau Siba (Hamparanperak) dan Bagan Percut, lokasi itu akan ditata sedemikian rupa agar bisa dijadikan andalan wisata di 2 kabupaten kota yakni Medan dan Deliserdang.
“Itulah perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk hidup lebih baik. Ini yang perlu, makanya akan disusun nanti. Konkretnya kami ini akan rapat untuk menyiapkan desain besar untuk kawasan utara Medan (sekitarnya). Kondisi itu diubah menjadi daerah pariwisata laut yang akan dibentuk,” pungkas Edy. (prn/saz).
