LOVINA-LIPUTAN68.COM – Ternyata pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap penadapatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (PBJS) Kesehatan di Kabupaten Buleleng, Bali. Sebagai bukti, banyak peserta yang menunggak pembayaran iuran bulanan. S
ebagian besar alasan peserta menunggak pembayaran iuran, yakni karena himpitan ekonomi lantaran situasi pandemi Covid-19.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, tercatat sampai dengan bulan September 2020 sebanyak 39.364 ribu peserta BPJS masih menunggak pembayaran iuran, dengan total nominal yakni sebesar Rp30,4 miliar lebih.
Jumlah penunggak ada 39.364 ribu peserta itu, dengan rincian yakni sebanyak 8.354 peserta untuk kelas I dengan total iuran Rp13,3 miliar lebih. Kemudian kelas II ada 11.721 peserta dengan tunggakan iuran sebesar Rp11 miliar lebih. Dan untuk kelas III 19.289 peserta dengan tunggakan sebesar Rp5 miliar lebih.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Elly Widiani mengatakan, banyaknya tunggakan pembayaran iuran BPJS ini karena ada himpitan ekonomi yang dialami masyarakat akibat pandemi Covid-19. Apalagi, banyak pekerja terutama di bidang pariwisata yang telah dirumahkan maupun di-PHK.
Kondisi inilah, sebut Elly Widiani, menjadi pemicu membengkaknya tunggakan pembayaran iuran BPJS kesehatan oleh sejumlah peserta. Selain itu, diungkapkan Elly Widiani, penyebab lain juga karena ada juga yang lupa membayar dan memang benar-benar tidak mampu untuk membayar.

