“Makanya kemarin waktu pak Anton keliling disini mengantar nasi cinta, saya senang sekali, karena bisa ketemu beliau lagi, mungkin beliau sudah lupa, pernah membantu siapa saja, tapi kami yang pernah dibantu tidak akan pernah lupa dengan kebaikan hati beliau. Semoga Allah menjadikan pak Tony dan pak Antoni menjadi pemimpin kami, biar nasib keluarga miskin seperti kami ini lebih diperhatikan,” jelas Tuminem.
Untuk diketahui, karena memiliki anak yang hyper aktif (autis) pak Rudi dan ibu Tuminem memang belum ada rencana untuk menambah momongan lagi.
Hal ini karena waktu mereka sudah habis untuk mencari nafkah dan mengasuh anaknya Yoga yang aktifnya sangat luar biasa.
Kondisi rumah mereka yang sudah reyot semakin parah karena usaha Yoga yang terus ingin keluar rumah sehingga dinding geribiknya bolong disana-sini.
Hal ini mengundang keprihatinan, sekelompok relawan sosial yang nantinya berencana akan membedah rumah keluarga dhuafa ini. /Seno
Redaksi
