GUBERNUR KOSTER HARAP JADI AJANG GALI DAN PERKAYA KESENIAN BALI

Untuk itulah ia mengatakan alasannya untuk merancang pagelaran ini melintas ruang dan waktu melalui teknologi. “Melalui pameran yang diselenggarakan secara offline dan online ini, saya harap kesenian Bali bisa semakin dijangkau di kancah global, serta bisa menggugah masyarakatnya untuk terus berkarya,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana, menyatakan jika Pameran Bali Megarupa menyuguhkankreativitas seni inovatif, moderndan kontemporer. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kegairahan generasi penerus dalam berkesian.

Ia menambahkan, jika program ini mnyuguhkan para perupa muda yang bertujuan untuk menumbuhkan para kreator hebat di bidang seni rupa modern dan kontemporer. FSBJ tahun 2020 yang mengusung tema Candika Jiwa, Puitika Atma Kerthi, memadukan perpaduan pameran langsung yang tentu saja dengan prtokol kesehatan yang sangat ketat serta secara daring. Diharapkan dengan perpaduan penyelenggaraan tersebut, karya-karya seniman Bali makin dikenal di kancah internasional.

Senada dengan hal tersebut, kurator Jean Couteau juga berharap agar para perupa Bali bisa mengambil kesempatan di tengah pandemi ini. Ia mengatakan jika pandemi mengajarkan masyarakat bahwa perubahan itu sangatlah dahsyat. Untuk itu, sekarang para perupa muda harus bisa mengembangkan karakter diri mereka masing-masing, harus mampu selalu menyesuaikan perubahan agar bisa bertahan dalam 20 atau 30 tahun mendatang.

“Sekarang ajang pembuktian, apakah mereka masih memakai media biasa atau memakai media baru? Harapan kami, mereka bisa mengambil kesempatan dengan pembaruan,” tandasnya.

Penulis/Editor: Francelino

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *