Untuk Kategori OPD, juara I diraih Oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab. Buleleng dengan inovasi SIKN-BADAS (Bank Data Arsip Statistik), kemudian untuk juara II diraih oleh Kantor Camat Buleleng dengan inovasi Pelayanan KCB (Akun Facebook), dan terakhir untuk juara III diraih oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng dengan inovasinya E-LIS (Electronik Laboratory Information System).
lebih lanjut, Mantan Direktur RSUD ini juga menjelaskan bahwa lomba ini baru digelar untuk pertama kalinya dengan jumlah peserta yang cukup banyak yakni mencapai 35 peserta, dengan 17 peserta dari kategori OPD dan 18 peserta dari kategori kelompok masyarakat.
Dari masing – masing kategori telah melalui proses seleksi cukup ketat sehingga melahirkan lima besar terbaik yang selanjutnya akan di saring kembali jadi tiga besar terbaik. Penilaian tersebut dilakukan cukup ketat dengan turun langsung ke lapangan dan menanyakan seberapa besar manfaat yang sudah dirasakan dari sejumlah inovasi yang telah diciptakan tersebut.
“Kami berharap kapada masyarakat dan sejumlah OPD yang telah berpartisipasi agar terus berinovasi dan menciptakan hal-hal baru yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri dan peningkatan percepatan pembangunan di bidang IPTEK,” jelas Gede Wiartana mantan Direktur RSUD Buleleng itu. frs/jmg/*
