Vandalisme Peradaban di Tepian Kota Medan: Hancurnya Komplek Makam Sultan Pasai, Kesultanan Islam Terbesar Asia Tenggara

Siapa yang menghancurkan nya? Aru belakangan yang diserang Aceh Iskandar Muda? Atau pekerja onderneming era Belanda? Atau pencari barang antik yang menduga ada emas dan berlian di batuan makam?

Lalu kenapa tidak di pugar, tidak direstorasi, tidak dirawat oleh pemerintah, jejak sejarah peradaban penting ini? Apa kabar BPCB, Direktur Perlindungan Kebudayaan ? Dinas Kebudayaan Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi Sumut? Ah sudahlah. Marilah lakukan apa yang bisa dilakukan kampus ataupun komunitas pencinta heritage, untuk menyelamatkannya.

Dan menjelang senja, dengan langkah gontai kami susuri jalan pulang, melewati ladang bunga Melati, tatapan mata warga di kampung yang tersuruk. Petang ini kami jelajah dua kompleks makam dengan nisan tipe Pasai, masih ada dua kompleks lagi di semak semak yang tak sempat dikunjungi di ujung senja itu.

Sambil melangkah, pikiran saya berkecamuk. Ini bukan sekedar makam. Ini teks peradaban besar di dalam Indonesia yang terus menerus mengalami kemunduran adab, tapi ah entah lah. Makin sesak saja dada ini.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *