oleh

Pementasan “Sendratari Lembayung Kurusetra”: Karena Covid-19, Penabuh Hanya 25 Orang

Denpasar, LIPUTAN68.com – Pementasan “Sendratari Lembayung Kurusetra” cukup menyita perhatian pencinta seni tari di dunia. Karena pementasan ini selain dilaksanakan secara virtual dan dapat disaksikan via youtube.

Menarikanya, garapan sendratari oleh ISI Denpasar, Sanggar Bulan Dedari dan KJRI Mumbai ini dirancang dengan standar protokol kesehatan yang ketat seperti pembatasan jumlah audiens hingga wajib masker di lokasi acara. setiap rangkaian garapan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Contohnya para penabuh yang biasanya 45 orang dikurangi tidak lebih dari 25 orang.

Lembayung Kuruksetra Mahabharata dibagi dalam empat bagian. Pertama, prolog yang menggambarkan ketokohan seorang Bisma dalam Mahabharata, sebagai putra dari Prabu Santanu dan Dewi Gangga. Ia juga kakek dari Pandawa maupun Kurawa.

Liputan JUGA  Ketua DPRD Sergai Kunjungi Kampung Budaya Jawa

Bagian berikutnya dilanjutkan dengan perang antar bala tentara Pandawa dan Korawa, lalu perang Arjuna versus Bisma. Karena ketangguhan Bisma yang berada di pihak Kurawa, pasukan Pandawa pun sempat dibuat tak berdaya hingga Yudistira pun patah arang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.