MEDAN – LIPUTAN68.COM – Dalam debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) 2020, Calon nomor urut dua, H Soekirman mengingatkan agar masyarakat tidak termakan penilaian buruk untuk pembangunan Sergai karena kepentingan politis. Menurut Soekirman pembangunan di daerah pemekaran Deli Serdang tersebut sudah dilakukan dengan maksimal melalui proses musrembang.
Dalam debat publik Pilkada Sergai yang ditayangkan di salah satu TV swasta tersebut, Soekirman mengungkapkan bahwa jalan yang baik dan yang buruk adalah produk dari masing-masing anggaran. Contohnya jalan kabupaten akan menggunakan anggaran kabupaten, jalan provinsi akan menggunakan anggaran provinsi demikian juga jalan nasional menggunakan anggaran nasional.
“Hal ini sesuai dengan undang- undang nomor 25 tentang SPPN, Sistem perencanaan pembangunan nasional. Jadi tidak ada penganggaran yang tidak dilindungi juridis. Regulasi itu menjadi pedoman kami. Karena ada hal yang kewenangannya itu ditarik ke provinsi. Masyarakat tidak tau,” jelasnya.
Tokoh LSM Sumut itu menuturkan bahwa hal tersebut harus diketahui publik dengan baik. Karena kerabat masyarakat termakan politisasi oleh pihak tertentu. Sehingga seolah-olah ketika jalan rusak merupakan kesalahan bupati sementara jalan bagus kerjanya wakil bupati. “Padahal bupati dan wakil bupati itu satu kota. Jadi rakyat saya luruskan jangan karena kepentingan politik jalan bagus itu wakil Bupati sementara jalan rusak bupati. Saya sepuluh tahun jadi wakil bupati. Jadi saya tau tugas wakil bupati, ” jelasnya.
