Sejarah Kesultanan Serdang

Sei Ular membelah kota Perbaungan. Sergai dekat dengan kota Medan. Pembangunan stasiun dan rel Kereta Api dilakukan oleh Deli Spoorweg Maatschapipij Medan Aceh. Diresmikan oleh Sultan Sulaiman Syariful Alam Shah tahun 1883, yang mewakili Kasultanan Serdang. Sultan Mahmud Al Rasyid mewakili Kasultanan Deli. Sultan Al Sayyid Sharif Ismail mewakili Kasultanan Siak. Kepanitiaan dilaksanakan oleh Bahkoda Ngah Timbal, Wak Wak, Salein, Tok Manis, Dolah, Wakil, Penghulu Kampong Syah Bandar Hamid, Tuan Haji Cut. Istilah kerajaan yang indah, membuat suasana megah.

Kemegahan itu perlu diteruskan. Kerajaan Melayu punya prestasi gemilang. Tengku Ryan Novandi bertekad melanjutkan perjuangan luhur. Mereka berjasa menghiasi peradaban masyarakat dunia. Dari Sergai butir butir kearifan lokal dipersembahkan buat ibu pertiwi nan abadi.

B. Kesultanan Serdang Memancarkan Kewibawaan Negeri.

Pancaran kewibawaan bersumber dari tradisi bisa lebih lestari. Maka pembangunan kembali Istana Serdang Bedagai pada tanggal 7 Januari 2012. Istana megah mewah indah berwarna kuning cerah. Kepemimpinan Tengku Erry Nuradi – Soekirman menjadi pelopor utama.

Dwi tunggal seharusnya manunggal. Pemimpin Sergai melakukan tindakan nyata. Bupati Tengku Erry Nuradi didampingi Wakil Bupati Soekirman. Pewaris budaya Melayu berkewajiban untuk menganyam peradaban. Demi memperkokoh jati diri bangsa dan kepribadian nasional. Kesadaran kultural ini dijiwai betul oleh Tengku Muhammad Ryan Novendi. Sebagai cermin mulia atas keagungan sejarah Kesultanan Serdang yang terus memberi inspirasi untuk kembali pada tradisi.

Guru sejarah punya peran utama. Pengenalan sejarah sebaiknya diajarkan pada peserta didik. Pesan luhur itu dilanjutkan oleh sang ayah, Dr Tengku Erry Nuradi M.Si. Beliau menjabat Bupati Serdang Bedagai tahun 2005 -2013, Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 – 2014. Kemudian menjadi Gubernur Sumatera Utara tahun 2014-2018. Tengku Rizal Nurdin abang Tengku Erry Nuradi juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Kasultanan Deli, kasultanan Langkat, kasultanan Serdang menambah Wibawa.

Penghormatan masa lalu diperlukan sikap rendah hati. Ir H Soekirman mendampingi Tengku Erry Nuradi tahun 2005-2013. Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai punya emosi sejarah yang kuat. Bahkan Ir H Soekirman menjadi Staf Ahli Tengku Rizal Nurdin, Gubernur Sumatera Utara. Beliau kakak kandung Tengku Erry Nuradi. Keduanya pewaris kerajaan besar.

Mereka punya kewajiban untuk pelestarian. Generasi muda tinggal melanjutkan rintisan para senior. Pada diri Tengku Ryan Novendi mengalir darah kepemimpinan. Tenaga pikiran keluarga agung ini dipersembahkan buat kemakmuran rakyat. Sebagaimana kebajikan yang ditanam oleh Kasultanan Serdang. Anak cucu memetik manisnya tanaman buah. Jasa leluhur dipahami secara jujur.

Manisnya peradaban karena pengakuan. Catatan emas menorehkan kenangan manis. Pada tahun
1905 Sultan Sulaiman Syariful Alam Shah datang ke Karaton Surakarta Hadiningrat. Beliau bertemu dengan Sri Susuhunan Paku Buwana X. Keduanya membahas struktur Dewan Karaton atau Rijkraad. Lembaga legislatif Kerajaan ini dipimpin oleh KGPH Hangabehi. Rupanya kerajaan Serdang sudah mulai menerapkan sistem monarkhi konstitusional. Konsep trias politika memang cocok untuk masyarakat modern. Ini demi memadukan unsur peradaban secara akulturatif. Alangkah mulia bila tetap berlanjut.

Sumbangsih kerajaan Serdang nyata sekali. Pergerakan nasional berhubungan dengan lahirnya beragam organisasi. Konggres Syarikat Islam tahun 1914 di Surabaya dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto. Sultan Sulaiman Syariful Alam Shah diundang sebagai tamu kehormatan. Bahkan nanti didaulat sebagai anggota dewan pembina Syarikat Islam. Beliau juga menjadi dewan pertimbangan Perguruan Taman Siswa untuk wilayah Sumatera Utara. Dalam pergerakan nasional beliau amat aktif, bersama dengan bangsawan Istana Langkat, Tengku Amir Hamzah. Sastrawan besar ini dikenal sebagai pelopor pujangga baru. Masa ini gemilang atas tumbuhnya kesusasteraan.

Kuat dakam prinsip, luwes di lapangan. Pergaulan luas lintas batas dilakukan keluarga kerajaan. Pada tahun 1944 Sultan Sulaiman Syariful Alam Shah berhubungan erat dengan Tengku Muhammad Hasan. Kelak menjabat sebagai Gubernur Sumatera. Para pejabat Kasultanan Serdang, Deli dan Langkat banyak yang berhubungan dengan Dr Radjiman Wedyadiningrat, Ketua BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Periode sejarah berubah warna.

Pengakuan atas perubahan disikapi dengan bijak. Pada tanggal 5 Oktober 1945 Kasultanan Serdang, Kasultanan Langkat, Kasultanan Deli sepakat bergabung pada Pemerintah Republik Indonesia. Ketiga kerajaan ini dengan sepenuh jiwa raga turut membantu berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini fakta historis yang terbukti dengan tulisan.

Perubahan besar sedang terjadi. Gelombang pasang surut. Sayang seribu sayang. Ada elemen masyarakat yang perlu diberi pelajaran dan peringatan. Pada tanggal 3 juli 1946 mendapat serangan PESINDO KIRI. Organisasi Pergerakan Sosilisme Indonesia itu menjalankan program dengan kekerasan. Bahkan lebih sering melakukan tindak kriminal. Mereka melakukan kekacauan di seluruh swapraja. Setelah keadaan reda damai, sejarah harus diluruskan kembali. Kesalah pahaman diuraikan dengan rasa kebersamaan.

Pelan pelan situasi mereda. Kenyataan berbicara dengan sebenarnya. Hubungan antara Kasultanan Melayu dengan Pemerintah RI selalu harmonis sampai sekarang. Kasultanan Melayu Deli, Langkat dan Serdang menitik beratkan pada kegiatan budaya. Jauh dari kegiatan politik praktis. Dengan dukungan pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai kebudayaan Melayu Sergai berkembang dengan elok nan menawan. Cocok untuk bahan ajar di sekolah. Sebagai bahan muatan lokal di sekolah.

Untung sekali bagi warga Sergai. Sejak tahun 2013 Ir H Soekirman menjabat sebagai Bupati Sergai. Istana kasultanan Serdang dijadikan pusat kegiatan budaya. Kontribusi riil sangat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tengku Erry Nuradi selaku Pembesar Propinsi Sumatera Utara memberi dukungan maksimal. Sei Ular yang membelah Perbaungan seolah olah menghidupkan ibukota Kesultanan Serdang Darul Arif.

Peran ibu ibu juga amat penting. Hj Marliah Soekirman bergandengan erat dengan Hj Evi Diana Sitorus. Keberadaan Tengku Ryan Novendi sebagai wakil generasi millenial amat penting. Ibunda Hj Evi Diana Sitorus mengajarkan kesahajaan kesopanan kesusilaan keramahan kemurahan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Adaptif dalam segala cuaca. Putri kerajaan biasa berkiprah dalam bidang budaya.

Kerja sama bersatu padu untuk maju. Hidup harus saling menasihati. Nasihat sang ibu terkait dengan pengalaman sebagai anggota DPRD Propinsi Sumut. Tentu saja Ibu Hj Evi Diana Sitorus sebagai ketua penggerak PKK Kabupaten Serdang Bedagai dan PKK Propinsi Sumatera Utara menambah bobot. Tengku Ryan Novandi mendapat ilmu pengetahuan dari sumber langsung. Mata air kebijaksanaan mengalir jernih.

Terkenal sekali Selat Malaka mengalirkan pelajaran hidup. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Tengku Muhammad Ryan Novandi selalu berkiprah. Ketua bidang investasi BPD HIPMI Sumut 2017-2020. Wakil ketua umum bidang pembinaan jaringan PW JAPNAS Sumut 2017-2022. Presiden JCI Medan 2018. Senator JCI Medan 2018-2020. Wakil ketua Gerakan Pemuda Alwasliyah Medan 2019-2020. MABMI Medan 2020-2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemaslahatan umat dan rakyat. Daratan dan lautan menyediakan kenikmatan. Dengan seni hidup lebih indah.

Berakit rakit ke hulu. Berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahuku. Betsenang senang kemudian. Bekal hidup cukup untuk membina bahtera. Kegiatan Tengku Ryan Novandi mendapat dukungan penuh dari Ariska Putri Pertiwi. Istri tercinta ini memberi seorang buah hati. Semangat berjuang untuk kemakmuran negeri senantiasa menyala dalam hati sanubari. Lancar kaji karena diulang. Pasak jalan karena ditempuh. Dengan agama hidup akan terarah.

Dengan ilmu hidup lebih mudah. Ilmu adalah pelita. Al ilmu al nur. Kepada siapa pun Tengku Ryan Novandi belajar tentang kehidupan. Ir H Soekirman Bupati Sergai diajak membahas tentang kesejahteraan rakyat pada tanggal 27 Nopember 2020. Bertempat di Rumah Kayu Medan. Tengku Ryan menawarkan konsep Sergai yang unggul, inovatif dan berbudaya. Tawaran ideal untuk menyongsong masa depan.

Tukar pikiran, mengasah gagasan. Dialog antar generasi terselenggara. Ir H Soekirman selaku Bupati Serdang Bedagai pun memberi penjelasan yang meyakinkan. Dimulai dengan paparan mengenai tata kelola pemerintan yang bersih, jujur, transparan dan melayani. Untuk itu diperlukan pengalaman, wawasan, kepedulian yang memadai. Semua konsep itu ditujukan untuk menjunjung tinggi kepentingan dan kebutuhan rakyat Serdang Bedagai. Semua berjalan lancar mulus halus. Berkat usaha yang tulus.

Kasultanan Serdang menjadi sumber energi. Untuk itulah H Soekirman menyempatkan berdialog tentang nilai kearifan lokal. Sejarah menyediakan kearifan lokal yang tiada habis habisnya untuk digali. Sebagai sarana membentuk pribadi paripurna.

Masa depan dirumuskan pada hari ini. Dari sejarah itu pula kebajikan tersedia. Ir H Soekirman sebagai pemimpin mengajak untuk menghormati Sejarah Kasultanan Serdang. Dengan berpijak pada kekayaan nilai budaya Melayu Sergai, Tengku Ryan Novandi berusaha mengabdi pada Serdang Bedagai. Dengan ketulusan hati, Tengku Ryan berbakti pada ibu pertiwi. Dengan semangat tekat kuat, Tengku Muhammad Ryan Novandi berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyat jiwa raga lahir batin awal akhir.

Sumber kearifan sudah tersedia. Pelajaran atas sejarah kesultanan Serdang adalah kemuliaan. Perawatan atas istana Kasultanan Serdang merupakan bentuk penghormatan nyata Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai atas semboyan Tanah Bertuah Negeri Beradat yang masyhur.

Kesultanan Serdang Darul Arif pada masa kini, selalu berusaha melestarikan budaya. Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Sumatra Utara, kebudayaan akan semakin jaya maju lestari.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *