oleh

Adakah Kaitan Penindakan KPK Terhadap 2 Menteri Dengan Rivalitas Politik 2024 ? Ini Penjelasan Pengamat Politik

JAKARTA — LIPUTAN68.com — Dua menteri di Kabinet Indonedia Maju dalam waktu berdekatan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap. Keduanya ialah Edhy Prabowo dan Juliari Batubara yang mana masing-masing berasal dari Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.

Melihat penangkapan Edhy dan Juliari yang secara beruntun dan dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin kemudian ada pihak-pihak yang mengkaitkannya dengan unsur politik. Apalagi mengingat latar belakang keduanya yang berasal dari partai besar.

Pertanyaan kemudian muncul, apakah ada kaitan ditangkapnya Edhy dan Juliari dengan rivalitas politik menuju 2024 atau tidak. Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno memberikan pandangannya.

Liputan JUGA  Gubernur Sumut Lantik Antony Sinaga Sebagai Kepala UPT Dinsos

Menurut Adi, masih jauh apabila ditangkapnya dua menteri yang membawahi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Sosial itu dikaitkan dengan unsur politik menuju Pilpres 2024. Sebab, baik Gerindra dan PDIP sendiri saat ini berada di satu gerbong koalisi, tidak seperti dua Pilpres sebelumnya pada 2014 dan 2019.

“Terlalu jauh mengaitkan kasus dua menteri ini dengan rivalitas 2024. Justru PDIP dan Gerindra lagi mesra sekarang bisa berpasangan di Pilpres 2024,” kata Adi seperti dikutip dari suara.com, Senin (07/12/2020).

Sebaliknya, Adi melihat dua kasus yang menjerat Edhy dan Juliari hingga mereka ditetapkan tersangka merupakan murni akibat tindakan pidana korupsi. Hal itu, kata Adi dapat dilihat dari kronologis penangkapan hingga dipamerkannya barang bukti terkait di masing-masing kasus.

Liputan JUGA  Dobrak Rumah Petugas KPK, Ternyata Ditemukan Sudah Meninggal

“Kalau melihat krolonologisnya kasus ini murni perkara korupsi karena barang bukti jelas dan langsung dipamerkan KPK ke media. Bukan seperti yang dulu, ditangkap dulu baru bukti belakangan. Kalau kasus Edhy dan Juliari, pengumuman tersangka dibarengi dengan bukti yang sudah dikoleksi lengkap,” papar Adi.

Sebelumnya, KPK mewanti-wanti kepada para pejabat negara di pemerintahan Presiden Jokowi – Wapres Maruf Amin untuk tidak terlibat kasus korupsi. Pesan itu disampaikan karena KPK sudah menetapkan dua tersangka di kalangan menteri.

Setelah Menteri KKP, Edhy Prabowo, giliran Menteri Sosial Juliari P Batubara menjadi tersangka di KPK.

Lembaga anti-rasuah itu menegaskan akan menindak siapapun yang terlibat kasus tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.