Abdi dalem siap siap untuk diwisuda. Dilanjutkan dengan upacara pelantikan pamong Pakasa. Suasana betul betul hikmad berwibawa.
Pamong Pakasa terlebih dulu menjalankan aktivitas spiritual. Lereng Gunung Lawe menjadi tempat mengasah ketajaman spiritual. Tiap malam jumat, warga Banjarnegara melakukan tapa brata. Mereka manekung ing ngarsanipun Hyang Maha Agung.
Perjalanan budaya spiritual ke arah gunung Lawe. Rute ini sama dengan jalan wisata Gunung Dieng. Kanan kiri bisa tembus Kabupaten Wonosobo, Purbalingga dan Pekalongan. Lereng gunung Lawe dibangun waduk Mrican. Berguna untuk pengairan dan pembangkit tenaga listrik.
Lewat daerah penting, yakni Banjar Petambakan dan Banjar Mangu. Ada tokoh besar, yaitu Ki Ageng Giri Pit dan Ki Ageng Karang Kobar. Beliau tokoh spiritual Kabupaten Banjarnegara. Mereka merupakan guru utama jamab Karaton Pajang yang ditugaskan mengajar di Padepokan sejati tahun 1549.
Peradaban Banjarnegara berhubungan dengan kisah Watu Lembu. Ada peninggalan purbakala berupa batu dan patung lembu. Maka disebut daerah Watu Lembu. Peninggalan sejarah dikelola dinas kebudayaan.
Kali Mrawu bermata air dari Gunung Lawe. Selamanya aliran sungai Mrawu selalu keruh. Jadi perlambang, agar Sunan Giri Pit berjuang terus menerus. Perjuangan tidak boleh berhenti. Begitulah wasiat Kanjeng Sunan Giri. Ajaran Sunan Giri Pit menjadi pelita alam.
Hadirnya Sunan Giri Pit atas restu sesepuh Banjarnegara. Namanya Ki Ageng Sela Manik. Beliau seorang Sakti mandaguna. Dari sambutan yang sangat penting ini kiprah Sunan Giri Pit menjadi gancar lancar.
Generasi muda perlu memahami cikal bakal pelopor berdirinya Kabupaten Banjarnegara. Nilai kearifan lokal warisan Sunan Giri Pit sebagai sarana untuk membangun peradaban besar.
Atas dasar nilai historis Banjarnegara itulah pengageng Sasana Wilapa dan Lembaga Dewan Adat melantik pamong Pakasa. Abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat punya kewajiban untuk melestarikan budaya bangsa. Rum kuncaraning bangsa, dumunung ing luhuring budaya.
Dukungan Pakasa cabang Jepara dan Pakasa cabang Sidoarjo menjadi daya pikat. Pakasa Jepara membawa cindera mata ukir ukiran. Pakasa Sidoarjo membawa tim kesenian tari.
Acara Tetepan Pamong Pakasa dan wisudan ini disusun dengan rinci. 1 pembukaan oleh MC lokal. 2 pasugatan tari mugi rahayu dan tari batik jenggala. 3 Sambutan panitia oleh KRT Bambang Hadipuro. 4 Sambutan Bupati Banjarnegara. 5 srah tinampen sesebetan pangkat. 6 wejangan ketua Dewan Lembaga Adat GKR Wandansari. 7 sajian tari dan istirahat. 8 pelantikan pamong Pakasa. 9 dhawuh pangandikan Pakasa punjer. 10 penyerahan cindera mata. 11 doa penutup. Susunan acara dibuat singkat padat.
Upacara Pelantikan Abdi dalem karaton Surakarta Hadiningrat dilakukan dengan penuh kesungguhan. Hari sabtu, 12 Desember 2020 pagi. KRT Bambang Hadipuro beserta rombongan datang. Tim dari Kabupaten Jepara Jawa Tengah turut mendukung acara. Warga Pakasa dari Sidoarjo Jawa Timur malah hadir lebih awal. Solidaritas terbentuk demi kemajuan ibu pertiwi.
Tepat pukul 8.00 pagi acara dimulai. Among tamu berbusana warna warni. Menyambut rawuhnya GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd, para putri pager ayu berbaris rapi. Berdiri berjajar jarar.
Tari Mugi Rahayu karya Gusti Mung dipentaskan. Ndoro Lung Ayu lemah gemulai membawakan tari ciptaan sang Ibu. Darah seni mengalir deras. Sebagai sarana pengembangan budaya nasional.
GKR Wandansari dalam sambutan memberi semangat berkarya. Semua abdi dalem diharap setia pada budaya. Harapan ini terwujud. Abdi dalem Gumelem Susukan Banjarnegara memberi cindera mata batik tulis.
Warga abdi dalem dari Jepara memberi kenang kenangan kayu berukir. Cocok dengan daerah Jepara yang menghasilkan kerajinan ukir ukiran. Abdi dalem sebaiknya punya karya bermutu tinggi.
(LM-01)
