Oleh: Dr Purwadi M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347)
A. Lahirnya Propinsi Jawa Tengah.
Propinsi Jawa Tengah lahir pada tanggal 15 Juli 1905. Pendirinya adalah KRMA Sosrodiningrat, Patih Karaton Surakarta Hadiningrat. Terdiri dari lima wilayah. Yakni wilayah Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas dan Kedu.
Usulan pembentukan Propinsi Jawa Tengah disetujui oleh Ketua Dewan Kraton yang dijabat oleh KGPH Hangabehi. Putra sulung Sinuwun Paku Buwana X ini aktif dalam pergerakan nasional. Pernah didaulat sebagai ketua dewan pertimbangan Budi Utomo, Syarikat Islam, perguruan Muhammadyah, perguruan Taman Siswa.
Kelak KGPH Hangabehi yang aktif dalam organisasi dinobatkan sebagai raja Karaton Surakarta Hadiningrat. KGPH Hangabehi lantas bergelar Sinuwun Paku Buwana XI. Memerintah tahun 1939-1945. Pada bulan 23 Mei 1945 Sinuwun Paku Buwana XI mengutus Dr Radjiman Wedyodiningrat, KGPH Suryo Hamijoyo, RMTA Sosrodiningrat, RMTA Wuryaningrat sebagai anggota BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia.
Dengan demikian kelahiran Propinsi Jawa Tengah atas perjuangan kerabat Karaton Surakarta Hadiningrat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghormati jasa pahlawan. Pikiran tenaga dan waktu dipersembahkan buat ibu pertiwi. Kepentingan umum diletakkan di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Karakter seseorang merupakan kelanjutan dari jiwa agung para leluhur. Bibit terkait dengan asal usul. Bebet berhubungan penampilan ragawi. Bobot berhubungan dengan kepribadian.
Gubernur Jawa Tengah pertama dijabat oleh keturunan Karaton Surakarta Hadiningrat. Yakni Raden Pandji Soeroso. Silsilah Raden Ayu Herniati berhubungan langsung dengan Trah Kanjeng Sinuwun Paku Buwono VIII, raja Karaton Surakarta Hadiningrat tahun 1858-1861. Sinuwun Paku Buwono VIII adalah narendra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati, ambeg adil para marta, ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana.
Sinar keagungan terpancar dari wajah Raden Ayu Herniati, cucu Raden Pandji Soeroso. Beliau masih trahing kusuma rembesing madu, wijining atapa tedhaking andana warih. Artinya darah pejuang yang menaburkan ganda arum wangi ke segala penjuru.
Kakeknya bernama Raden Pandji Soeroso. Tokoh perjuang kemerdekaan ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah pertama sejak tahun 1945. Setelah tahun 1949 beliau pernah juga jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial dan Menteri Pekerjaan Umum.
Pada tahun 1959 Raden Pandji Soeroso, kakek Raden Ayu Herniatie ini mendapat gelar kehormatan. Yakni sebutan sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia. Berkat jasa jasanya ini Pemerintah 8dengan SK Presiden No 022/TK/tahun 1986 menetapkan Raden Pandji Soeroso sebagai Pahlawan Nasional. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal 23 Oktober 1986.
Keteladanan Ingkang Eyang Raden Pandji Soeroso yang lahir pada tanggal 3 Nopember 1893 menjadi inspirasi bagi Raden Ayu Herniati. Ulat patrap lan pangucap yang diwariskan Eyang Raden Pandji Soeroso merupakan keutamaan Raden Ayu Herniati berdarma bakti buat Ibu Pertiwi.
Bibit unggul ini yang diwarisi Trah Raden Pandji Soeroso yang memiliki jiwa keluhuran, keagungan, kebangsaan, kemanusiaan dan kerakyatan. Lila lan legawa kanggo mulyane negara.
B. Peletak Dasar Pembentukan Propinsi Jawa Tengah.
Jasa Raden Pandji Soeroso dalam membentuk Propinsi Jawa Tengah amat besar. Para generasi berikut punya kewajiban meneruskan perjuangan luhur.
Misalnya Raden Ayu Herniati yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Cucu RP Soeroso ini mengalir darah perjuangan yang bagus. Pertemuan dengan Raden Ayu Herniati terjadi pada tahun 2018. Saat tata cara larapan langse jamasan pusaka di Pajimatan Sinuwun Amangkurat Agung.
Hadir lengkap para pangageng Karaton Surakarta Hadiningrat. Yaitu GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, GKR Retno Dumilah, GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah. Terlihat wajah Raden Ayu Henniatie berseri seri.
Pasuryan Raden Ayu Herniati Trah RP Soeroso selalu memancarkan cahaya kebiru biruan. Tanda bahwa beliau masih berhubungan dengan raja Mataram, Sinuwun Amangkurat Agung. Dhedhep tidhem premanem, suasana hening penuh dengan kewibawaan.
Wajar sekali pertemuan spiritual yang terjadi di desa Adiwerna Pakuncen Tegal itu berlanjut dengan kawidadan. Artinya keluarga RP Soeroso senantiasa mendapat rasa ayom ayem dari leluhur yang sudah suwargi.
Kabagyan hidup berupa wirya arta winasis. Wirya itu status sosial yang terpandang. Arta itu harta kekayaan yang mbayu mili berlimpah ruah. Winasis itu kecerdasan kultural dan intelektual. Raden Pandji Soeroso terbiasa momong momor momot, akomodatif persuasif komunikatif.
Kamulyan yang disandang disanding Raden Ayu Herniati Trah RP Soeroso betul betul mengalir buat bumi sakalir. Kehidupan yang ber bandha ber bandhu ber budi. Keselarasan hidup yang dijalani oleh Raden Ayu Herniati merupakan anugerah lahir batin awal akhir.
Puji pinuji mugi sami basuki lestari. Raden Ayu Herniati ginanjar rahayu widada suka gembira. Drajat pangkat semat dihayati oleh RP Soeroso. Wanita berarti wani mranata. Tapa tapak telapak, sungguh surga berada di bawah telapak kaki seorang wanita.
Para sesepuh memberi wejangan. Siji garising pati, loro temuning jodho, telu Tumuruning wahyu, papat mundhaking pangkat, lima tumibane nugraha.
Konsep drajat pangkat semat, kedudukan keluhuran kekayaan berpihak pada Raden Ayu Herniati. Putra wayah mewarisi ajaran guna kaya purun. Gubernur Jawa Tengah pertama sudah memberi contoh keutamaan.
