24. Tumenggung RM Soejitno (1903-1916)
Bupati Tegal yang dilantik tahun 1903 oleh Sinuwun Paku Buwana X adalah RM Soejitno. Gelarnya adalah KRT Reksonagoro XI. Pada masa mudanya beliau berprofesi sebagai kontraktor listrik. Beliau tergantung pada perusahaan ANIEM. Sebagai pengusaha kontraktor, RM Soejitno mempunyai basis finansial yang kuat. Beliau dermawan besar. Kegiatan sosial dan budaya didukung. Beliau menjadi donatur organisasi Boedi Oetomo dan Sarikat Islam, demi kemajuan bangsa.
25. Tumenggung RM Soesmono (1916-1935)
Sri Susuhunan Paku Buwana X melantik RM Soesmono sebagai Bupati Tegal tahun 1916. Awal karier beliau dimulai sebagai pegawai kapal. Kemudian dipercaya menjadi pimpinan pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Perusahaan ekspor impor yang lewat Semarang memang ramai. Keuntungan berlipat ganda. Sebagai praktisi di pelabuhan beliau merupakan pelopor dunia maritim. RM bergelar KRT Reksonagoro XII yang berjasa dalam bidang pelayaran.
26. Tumenggung R Soebijanto (1935-1937)
Karier R Soebijanto dalam bidang birokrasi dimulai dari seten, wedana, patih dan bupati. Beliau dilantik Sinuwun Paku Buwana X pada tahun 1935. Beliau punya sikap andhap asor, lembah manah, premati, alus ing budi. Pernah bekerja di Betawi sebagai staf bank. Jadi beliau ahli dalam mengelola keuangan negara.
27. Tumenggung Slamet Kartonagoro (1937-1942)
Bupati Tegal yang paling akhir dilantik oleh Sinuwun Paku Buwana X adalah RT Slamet Kartonagoro tahun 1937. Beliau pernah meniti karier sebagai Kepala Kantor Pos di Surabaya. Beliau adalah bupati yang ahli komunikasi.
28. Tumenggung Mr. Besar Martokusumo (1942-1944)
Pada masa pendudukan Jepang ini beliau harus pandai-pandai melindungi rakyat. Jangan sampai timbul korban dan kerugian.
29. RMA Slamet Sunaryo (1944-1945)
Masa-masa sulit dalam menghadapi peralihan kekuasaan.
G. Kabupaten Tegal Membuat Keselarasan Budaya.
30. Kyai Abu Sudja’i (1945-1946)
Beliau memimpin dengan prinsip keagamaan.
31. Prawoto Sudibyo (1946-1948)
Dalam suasana revolusi kemerdekaan.
32. R. Saputra (1948-1949)
Revolusi sosial masih berkecamuk.
33. RM Soesmono Reksonagoro (1948-1950).
Beliau berusaha untuk mikul dhuwur mendhem jero ajaran leluhur.
34. RM Soemindra (1950-1955)
Suasana emosional yang penuh dengan persaingan par-tai politik.
35. RM Projosoemarto (1955-1960)
Diwarnai dengan isu nasional dan dekrit Presiden.
36. Soetoro (1960-1966)
Ketegangan sosial politik tahun 1965.
37. Munadji (1966-1967)
Transisi Orde Lama ke Orde Baru.
38. R. Soetardjo (1967)
Pergolakan akibat peristiwa tahun 1965.
39. Letkol Supardi Yudodarmo (1967-1973)
Masa awal pemerintahan Orde Baru.
40. Letkol Samino Sastrosuwignyo (1973-1977)
Konsolidasi Orde Baru lewat Pemilu tahun 1971.
41. Drs. Herman Soemarmo (1977-1978)
Konsolidasi Pemerintahan Orde Baru semakin mantap.
42. Hasyim Dirjosubaroto (1978-1988)
Periode ini merupakan masa kuat kuatnya Pemerin-tahan Orde Baru.
43. Drs. Winahto (1988-1991)
Kharisma Pemerintahan Orde Baru mulai pudar.
44. Drs. Soetjipto (1991-1999)
Pemerintahan Orde Baru menghadapi tekanan dari LSM serta berbagai lapisan masyarakat dan menuju reformasi.
45. Drs. Soediharto (1999-2004)
Masa -masa euforia reformasi baru berlangsung.
46. Agus Riyanto, S.Sos., M.Si (2004-2013)
Keadaan mulai tenang dan masyarakat sadar hak politik.
47. Moch Hery Soelistiawan, SH, M.Hum (2013)
Beliau mengawali karier di bidang pemerintah mulai dari staf, camat, sekda, wakil bupati dan bupati Tegal. Beliau mendapat semangat dari 3 putri kinasih.
Ketiganya sungguh putri sejati. Di antaranya adalah Tika Widyana Pratiwi SH, yang telah memberi seorang cucu.
48. Ki Enthus Susmono (2013-sekarang)
Beliau adalah Bupati yang ahli seni budaya. Bupati ini memang tokoh besar kaliber dunia yang trampil, cekatan, cerdas, merakyat dan serba bisa. Pada masa pemerintahan Ki Enthus Susmono, pendopo Kabupaten Tegal diberi nama Pendopo Amangkurat.
Sebuah sikap yang mulia, jujur, terhormat, beradab dan mengagumkan. Semoga di bawah kepemimpinan Ki Enthus Susmono, yang didampingi Wakil Bupati Umi Azizah, Kabupaten Tegal semakin makmur, jaya, ayem tentrem dan arum kuncara. Perjuangan Ki Enthus Susmono dalam bidang seni budaya diakui masyarakat internasional.
49. Umi Azizah, menjabat sejak 2018. Kepemimpinan Ibu Umi Azizah membuktikan bahwa kesetaraan gender sudah menjadi praktek dalam kehidupan.
Masyarakat Kabupaten Tegal mendukung peran pemimpin karena kemampuan. Soal kemasyarakatan, kebudayaan, pereko-nomian, keagamaan dan pemerintahan, Ibu Umi Azizah sudah berpengalaman. Beliau mempromosikan Kabupaten Tegal secara mandiri. Sungguh berbahagia masyarakat Tegal memilih beliau sebagai pimpinan yang amat hormat.
Hubungan historis terus bersambung. Tiap tahun selalu bersilaturahmi dengan Kraton Surakarta menambah kewibawaan. GKR Wandansari, GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, GKR Retno Dumilah dan GKR Ayu Koes Indriyah yang mewakili Kraton Surakarta bersama dengan pemerintah Kabupaten Tegal memuliakan Sri Amangkurat Agung. Raja Mataram yang mewariskan nilai keteladanan, keutamaan, kebajikan bagi sekalian penduduk nusantara.
(LM-01)

