Sejarah Kota Surabaya

Tahun 1760 kitab ini direka ulang Sinuwun Paku Buwono lll, raja Karaton Surakarta Hadiningrat. Pada tahun 1966 diteliti oleh Subalinata dalam bentuk skripsi. Dr Kunthara Wiryamatana, dosen fakultas Sastra UGM membahas karya jaman Airlangga. Disertasi ini menunjukkan kerajaan Kahuripan sebagai contoh pengembang kebudayaan yang agung dan anggun. Surabaya mewarisi peradaban yang utuh, sepuh dan tangguh.

D. Pewaris Nilai Agung bagi Kepemimpinan Kota Surabaya

Kiprah Surabaya unggul sepanjang masa. Peran strategis kota Surabaya dimainkan oleh Raden Wijaya tahun 1293. Konsolidasi awal kerajaan Majapahit melibatkan Arya Wiraraja, tokoh penting masyarakat Madura. Dari Surabaya inilah kerajaan Majapahit akhirnya berdiri sebagai negara yang besar dan jaya. Bahkan mendapat predikat sebagai kerajaan nasional.

Tokoh Surabaya dalam bidang spiritual juga perlu dikemukakan. Kanjeng Sunan Ampel adalah Wali Sanga yang berdomisili di kota Surabaya. Dulu menjadi pengasuh utama Raden Patah, raja Kasultanan Demak Bintara. Bersama dengan Kanjeng Sunan Bonang pada tahun 1478 Kasultanan Demak Bintoro berdiri sebagai kerajaan Islam di Tanah Jawa. Tak ketinggalan istri Sunan Ampel, yaitu Nyi Ageng Maloka adalah wanita Sholehah yang turut mendidik Raden Patah yang bergelar Sultan Syah Alam Akbar Patah Jimbun Sirullah.

Semangat dakwah Islamiyah yang dipelopori Sunan Ampel dan Nyi Ageng Maloka pada tahun 1482 itu merupakan sebuah keteladanan. Syiar Islam menggunakan pendekatan budaya. Arab digarap, Jawa digawa. Hasilnya adalah keselarasan sosial. Pelopor keagamaan kota Surabaya ini berpegang teguh ajaran Rahmatan Lil Alamin.

Prestasi gemilang pemimpin Surabaya yang pantas dicatat dengan emas adalah Adipati Pangeran Pekik. Bupati Surabaya ini menikah dengan Ratu Pandansari, putri Prabu Hadi Hanyokrowati Khalifahtullah Panetep Panotogomo yang menjadi raja Mataram. Ratu Pandansari juga adik kandung Kanjeng Sultan Agung. Dari pernikahan ini lahir. Ratu Wetan atau Kanjeng Ratu Emas. Beliau ibunda Kanjeng Sinuwun Amangkurat Amral.

Pangeran Pekik dan Ratu Pandansari mendidik sang cucu, Raden Rahmat Kuning. Karena Ratu Wetan wafat saat Sang Cucu masih umur balita. Kelak Raden Rahmat Kuning pada tahun 1677 dinobatkan menjadi raja Mataram dengan gelar Kanjeng Sinuwun Amangkurat Amral. Saat itulah Pangeran Pekik menjadi arsitek perpindahan ibukota Mataram dari Plered ke Kartasura.

Perpisahan ibukota Mataram ke Kartasura itu ditangani oleh ahli dari Makasar, Madura dan Surabaya. Pangeran Pekik menyokong dana besar besaran. Arsitektur utama diserahkan kepada putra Surabaya yang bernama Sawungggaling. Beliau tokoh kenamaan Surabaya yang amat disegani.

Selama tenggang waktu tahun 1677-1708 sesungguhnya kebijakan kerajaan Mataram sangat dipengaruhi pakar dari Surabaya. Wajar sekali karena Bupati Surabaya, Pangeran Pekik adalah perancang sekaligus sponsor utama pembangunan ibukota Mataram Kartasura.

Donatur utama perjuangan Untung Surapati berkaitan erat dengan Pangeran Pekik. Sebelum menjadi Bupati Pasuruan dengan gelar Tumenggung wiranegara tahun 1684, Untung Surapati bermukim di Surabaya. Memang dia anak buah Pangeran Pekik. Maka hubungan dengan Sri Susuhunan Amangkurat Amral terlalu dekat. Jaringan kerja yang tersusun rapi.

Pewaris nilai agung pernah diberi kesempatan untuk memimpin Surabaya. Mereka adalah orang yang sangat terhormat dalam lintasan sejarah peradaban.

Tokoh Surabaya yang berasal dari Pamekasan bernama Raden Ajeng Sukaptinah. Beliau putri Bupati Pamekasan Madura. Nanti Raden Ajeng Sukaptinah menjadi Permaisuri Sinuwun Paku Buwana IV, raja Karaton Surakarta Hadiningrat tahun 1788-1820. Dengan gelar Kanjeng Ratu Kencono Wungu.

Raden Ajeng Sukaptinah seorang wanita karir hebat. Punya usaha pabrik garam Kalianget, pabrik kecap Purwodadi, pabrik mebel Jepara dan Pabrik terasi Lasem Rembang. Malah sebagai Permaisuri raja Surakarta, Kanjeng Ratu Kencono Wungu menjabat sebagai komisaris pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Emas.

Sepanjang tahun 1802 Raden Ajeng Sukaptinah menjadi pelopor berdirinya Kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Misalnya Kabupaten Klaten, Nganjuk, Situbondo, Bondowoso. Biaya pemekaran daerah otonom dilakukan secara swadaya.

Usaha yang sukses dan posisi strategis membuat Raden Ajeng Sukaptinah kaya raya. Harta berlimpah ruah digunakan untuk amal sosial.

Pertanian perkebunan peternakan di gunung Bromo, Kelut, Wilis Merapi, Merbabu atas binaan Putri Pamekasan Madura. Pernah melakukan pelatihan di kota Tamasek Singapura. Kegiatan skala internasional dilakukan bersama dengan Kasultanan Deli, Langkat dan Serdang.

Berturut turut pemimpin kota Surabaya perlu dicatat dengan tinta emas. Perjuangan ini membuahkan hasil yang gemilang.

1. Radjamin Nasution 1945
2. Soerjadi, 1945-1950
3. Doel Arnowo, 1950-1952
4. Moestadjab Soemowidagdo, 1952-1956
5. Istadjab Tjokrokoesoemo, 1956-1958
6. R. Satrijo Sastrodiredjo, 1958-1963
7. Moerachman, 1963-1965
8. Raden Soekotjo, 1965-1974
9. Raden Soeparno, 1974-1979
10. Moehadji Widjaja, 1979-1989
11. Poernomo Kasidi, 1989-1999.
12. 10. Soenarto Soemoprawiro, 1994-2002
13. Bambang Dwi Hartono, 2002-2010
14. Tri Rismaharini, 2010-2020

Para pemimpin Surabaya itu selalu memancarkan kawidadan kawibawan kamulyan dan karaharjan. Nilai kepahlawanan menjadi inspirasi untuk mengabdi. Tokoh Surabaya tampil untuk memimpin api perjuangan.

Surabaya Kota Pahlawan, laras pelog

Surabaya kuthane Jawa Timur. Tlatahe katelah dadi kutha pahlawan. Sura wani baya pakewuh cethane. Dadi pawitan revolusi bangsane.

Sepuluh Nopember patang puluh lima. Cilaka dur angkara. Digempur lebur luluh.

Pranyata gedhe kaprawirane. Pra mudha kasudirane arek Surabaya. Sura wani baya pakewuh cethane. Dadi pawitan revolusi bangsane.

Singasari Majapahit nyata agung. Pangajab dadya tepa palupi ing ngaluhur.
Mbata rubuh surake, tur gumuruh swarane. Pambarisan pahlawan Surabaya.

Perjalanan kota Surabaya selalu memberi sumbangsih pada Ibu Pertiwi. Semangat arek arek Surabaya menjadi tepa palupi. Cocok dengan lelagon Surabaya Ngumandang.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *