Sejarah Kraton Jenggala

12. Prabu Maesa Tandreman 753 – 784

13. Prabu Suryo Hamiluhur 784 – 809

14. Prabu Banjaransari 809 – 840

15. Prabu Lembu Pangarsa 840 – 873

16. Prabu Gondo Kusumo 873 – 897

17. Prabu Jaka Saputra 897 – 926

18. Prabu Candra Kusuma 926 – 935

19. Prabu Darma Kusuma 935 – 948

20. Prabu Darmajaya 948 – 988

21. Prabu Darmawangsa 988 – 1010

22. Prabu Airlangga 1010 – 1042

23. Prabu Samara Wijaya 1042 – 1071

24. Prabu Samara Dahana 1071 – 1098

25. Prabu Samara Wangsa 1098 – 1121

26. Prabu Samara Kusuma 1121 – 1140

27. Prabu Kameswara Jaya 1140 – 1168

28. Prabu Kameswara Citra 1168 – 1187

29. Prabu Kameswara Sigit 1187 – 1199

30. Prabu Kameswara Jajar 1199 – 1220.

31. Prabu Kameswara Dhandhang 1220 – 1236.

32. Prabu Kameswara Susuruh 1236 – 1264
33. Prabu Kameswara Kusuma 1264 – 1293. Semangat Kerajaan Jenggala terus berlanjut.

C. Dari Jenggala ke Majapahit.

Kerajaan Jenggala memang hebat. Putra Prabu Kameswara Kusuma bernama Raden Wijaya. Sejak tahun 1293 mendirikan kerajaan Majapahit. Dari Jenggala berubah menjadi Majapahit. Raden Wijaya dinobatkan menjadi raja Majapahit tahun 1293 – 1309. Penerus kerajaan Jenggala ini bergelar Prabu Kertarajasa atau Sinuwun Prabu Brawijaya I.

Berturut-turut narendra agung kerajaan Majapahit yang berbudi luhur. Mereka adalah pemimpin besar, yang berhasil mengangkat harkat martabat rakyat.

1. Raden Wijaya atau Brawijaya I 1293 – 1309.

2. Jayanegara atau Brawijaya II 1309 – 1328.

3. Tri Buana Tungga Dewi 1328 – 1350.

4. Hayamwuruk atau Brawijaya III 1350 – 1389.

5. Kusuma Wardhani Wikrama Wardana 1389 – 1400.

6. Dewi Suhita 1400 – 1427.

7. Kertawijaya atau Brawijaya IV 1427 – 1438 .

8. Ratu Kencono Wungu 1438 – 1457.

9. Kertabumi atau Brawijaya V 1457 – 1478.

Sinuwun Prabu Brawijaya V raja yang sakti mandraguna. Putranya adalah para penguasa kerajaan di Jawa selanjutnya. Permaisuri berjumlah 3 orang yakni Ratu Cempa, Ratu Dworowati dan Ratu Wandan Kuning.

Ratu Cempa melahirkan Raden Patah yang menjadi raja Demak Bintara. Ratu Dworowati nanti menurunkan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Ratu Wandan Kuning kelak memunculkan Panembahan Senapati raja Mataram. Ketiga garwa prameswari Prabu Brawijaya V memang trahing kusuma rembesing madu.

Kraton Jenggala menurunkan raja-raja Jawa. Dari Majapahit ke Demak, Pajang, Mataram, Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman. Dinasti kerajaan membawa visi misi peradaban. Kraton Jenggala Manik mengalirkan nilai keutamaan, keteladanan, keluhuran, kebajikan, kepahlawanan, keagungan, kebangsaan.

Dalam sejarahnya Karaton Jenggala memberi inspirasi bagi para raja Jawa. Agar selalu berpegang teguh pada ajaran leluhur. Yakni ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *