Pfizer Mengumumkan Perlambatan Distribusi Vaksin, Uni Eropa Sebut Hal Ini Kredibilitas Mereka Terancam

Pfizer, yang mencoba memberikan jutaan dosis dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengekang sekaligus mengakhiri pandemi yang telah menewaskan hampir 2 juta orang, mengatakan perubahannya akan “memberikan peningkatan dosis yang signifikan pada akhir Februari dan Maret 2021”.

Baik perusahaan maupun pihak UE, keduanya tidak menunjukkan berapa banyak dosis yang diharapkan pada kuartal pertama ini.

Pada hari Rabu lalu, dalam pertemuan internal Uni Eropa lainnya dengan para diplomat, salah seorang pejabat Komisi Uni Eropa mengatakan pengiriman akan dibatasi setidaknya hingga Maret, dengan produksi yang akan ditingkatkan hanya pada bulan September mendatang.

Pfizer dan BioNTech sendiri memiliki kontrak dengan UE untuk memasok hingga 600 juta dosis tahun ini.

Mereka telah setuju untuk melepaskan 75 juta suntikkan vaksin di kuartal kedua dan lebih banyak lagi di akhir tahun.

UE juga telah menyetujui vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biotek AS yakni Moderna yang mulai akan dikirimkan pada minggu ini.

Moderna telah berkomitmen untuk memberikan 10 juta dosis pada akhir Maret dan 35 juta masing-masing pada kuartal kedua dan ketiga. 80 juta dosis lainnya juga akan diberikan tahun ini tetapi sampai saat ini belum ada jadwal yang jelas.

Pfizer dan Moderna belum menerbitkan kalender rinci terkait pengiriman untuk masing-masing dari 27 negara UE, yang diharapkan menerima sebagian vaksin sebanding dengan bagian mereka dari 450 juta populasi UE.

Sampai saat ini, pihak Pfizer mengatakan bahwa informasi itu masih bersifat rahasia dan belum dapat dipublikasikan. Lain halnya dengan Pfizer, Moderna mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendistribusian vaksin secara proporsional ke negara-negara di Uni Eropa.

“Pada tahap ini kami hanya dapat mengonfirmasi bahwa dosis akan didistribusikan secara proporsional antara negara-negara UE,” tulis Moderna dalam sebuah pernyataan.

Namun sampai dengan saat ini, pengiriman tampaknya tidak berjalan secara merata. Situs web Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan bahwa Jerman dengan populasi 83 juta jiwa, akan menerima hampir 4 juta dosis Pfizer pada akhir Januari. Rumania, dengan populasi empat kali lebih kecil, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan hanya menerima 600.000 dosis dalam periode yang sama.

Bulgaria, dengan kurang dari sepersepuluh populasi Jerman, mengharapkan hanya menerima sekitar 60.000 suntikkan Pfizer di bulan Januari. Seorang juru bicara Komisi Uni Eropa mengatakan jadwal nasional sebagian bergantung pada kontrak yang ditandatangani oleh masing-masing negara bagian. Tidak jelas apakah semua pemerintah UE memerintahkan alokasi penuh vaksin mereka, karena informasi ini bersifat rahasia.

UE telah mendapatkan hampir 2,3 miliar dosis vaksin Covid-19 dan kandidat dari enam perusahaan, tetapi sebagian besar belum disetujui. Keputusan tentang vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson diharapkan masing-masing pada akhir Januari dan Februari.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *